Pep Guardiola Disebut Si Tukang Pamer

Penulis: Demos Why
Kamis 03 Sep 2020, 06:13 WIB
Pep Guardiola Disebut Si Tukang Pamer

Pep Guardiola (Foto: Justin Tallis/Pool)

Berita Sepakbola: Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, menyebut Pep Guardiola sebagai sosok yang egosentris lantaran kerap mengadopsi taktik yang sebetulnya tidak perlu. Bukan hanya itu, Matthaus juga menyebut Guardiola sebagai si tukang pamer.

Saat menjadi manajer Barcelona pada 2008 hingga 2012, nama Guardiola langsung melesat menjadi salah satu manajer top di dunia. Bahkan filosofi tiki-taka yang kerap dia gunakan menjadi kiblat dunia sepakbola di era modern. Bukan hanya itu, selama empat tahun melatih Barca, Pep berhasil mempersembahkan 14 trofi termasuk tiga gelar La Liga Spanyol dan dua gelar Liga Champions.

Pada 2013, Guardiola lantas pindah ke Bayern Munich. Guardiola memang berhasil membawa Die Roten menjadi penguasa kompetisi domestik, namun di level Liga Champions mereka tak mampu banyak bicara. Hal yang sama juga dialami oleh Guardiola hingga saat ini ketika melatih Manchester City.

Terakhir, Man City tersingkir di babak perempat final Liga Champions oleh Lyon yang memiliki kualitas di bawah mereka. Hal itu terjadi lantaran Guardiola mengubah taktik 4-3-3 yang biasa dipakainya menjadi 3-4-3, dengan sejumlah pemain top seperti Riyad Mahrez, Phil Foden, David Silva, dan Bernardo Silva dicadangkan. Les Gones akhirnya meraih kemenangan 3-1 karena berhasil tampil lebih ekeftif sementara Guardiola sibuk menyalahkan lini belakang yang dituding membuat sejumlah blunder.

Matthaus lantas menyalahkan Guardiola dengan menuding sang manajer telah terjebak dalam pemikiran arogannya sehingga kekecewaan semacam itu terus terjadi dari tahun ke tahun.

"Soal Guardiola, saya pikir dia selalu memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu yang spesial di laga besar," ujar Matthaus kepada Bild.

"Barcelona punya DNA serta sebuah sistem yang dia pelopori. Pep lantas meraih kesuksesan di sana. Namun saat bersama Bayern dan City, dia lantas mencoba melakukan sejumlah modifikasi, namun hasilnya gagal dan gagal lagi."

"Dia memiliki keinginan untuk pamer kepada semua orang bahwa dia memiliki kemampuan melakukan sesuatu yang lebih baik. Sejujurnya saya ingin memberikannya nasihat: 'Pep, Anda merupakan sosok pelatih hebat, tapi tolong tetap pertahankan sistem permainan Anda'."

"Saya menggambarkannya sebagai sosok yang egosentris. Saya pikir itu memang kata yang cukup vulgar, tapi itu karena perbuatannya sendiri. Saat di Bayern, dia sempat ingin memainkan Robert Lewandowski sebagai pemain sayap namun tak berhasil," pungkasnya.

Artikel Tag: Pep Guardiola, Manchester City, Lothar Matthaus, Bayern Munich

1291  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini