Pelatih Roma Sebut Serie A Sebagai Liga Tersulit Bagi Pelatih

Penulis: Yuni Winata
Senin 06 Apr 2020, 16:30 WIB
Pelatih Roma Sebut Serie A Sebagai Liga Tersulit Bagi Pelatih

Paulo Fonseca - Getty Images

Berita Liga Italia: Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca, menyebut Serie A sebagai liga yang paling sulit untuk para pelatih, namun dia tak menyesali keputusannya melatih di Serie A.

Pemerintah Italia saat ini menerapkan kebijakan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus Corona, Serie A juga ditangguhkan dan masih belum bisa dipastikan kapan akan dimulai kembali.

“Saya pikir kita bisa memulai kembali bermain pada Juni depan, tapi itu adalah visi yang sangat tak pasti atas situasi ini,” kata Fonseca kepada A Bola.

Fonseca mulai melatih Roma pada musim panas lalu, dan dari pengalamannya sejauh ini, Fonseca mengakui bahwa Serie A adalah liga yang paling sulit bagi pelatih.

“Saya selalu berpikir bahwa Italia adalah tantangan terbesar dan liga yang paling sulit bagi para pelatih, terutama bagi pelatih yang datang dari luar negeri," lanjut Fonseca.

“Saya bersemangat saat manajer saya, Marco Abreu, mengungkapkan bahwa Roma termasuk dalam salah satu opsi, jadi saya jelas fokus pada peran itu.

“Saya pernah bermain melawan Roma setahun sebelumnya di Liga Champions bersama Shakhtar Donetsk, jadi saya sudah melihat passion dari fans di Stadio Olimpico."

Fonseca juga membeberkan bahwa dirinya sempat mendapatkan tawaran dari klub lain, namun dia tidak menyesali keputusan memilih Roma sebagai klubnya pada musim panas lalu.

“Sebenarnya (saya mendapat) tawaran yang lebih baik secara ekonomi, tapi saya ingin menantang diri saya sendiri dan sekarang saya bisa mengatakan bahwa saya telah mengambil keputusan yang tepat," tutur pelatih berusia 47 tahun ini.

”Ini adalah liga yang paling berat, karena disini ada tim yang melakukan penjagaan individu, yang lainnya memiliki pertahanan yang sangat dalam, atau mereka sangat menekan, beberapa merubah strategi mereka bahkan di tengah pertandingan.

“Saya harus beradaptasi dengan cepat, karena orang-orang Italia hampir terobsesi dengan taktik mereka, namun sekarang saya merasa bahwa saya telah berevolusi sebagai seorang pelatih.”

Artikel Tag: AS Roma, Serie A, Paulo Fonseca

437  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini