Matic Sentil Kebiasaan Legenda Klub Kritik Pemain Manchester United

Penulis: Demos Why
Senin 13 Apr 2020, 22:15 WIB
Matic Sentil Kebiasaan Legenda Klub Kritik Pemain Manchester United

Nemanja Matic (Foto: Matthew Peters/Manchester United via Getty Images)

Berita Sepakbola: Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, menyentil kebiasaan para legenda klub yang kerap mengkritik pemain MU secara terbuka melalui media. Matic berharap para legenda klub menghentikan kebiasaan itu dan meminta mereka untuk memberikan dukungan lebih besar lagi bagi The Red Devils.

Performa tak konsisten Manchester United dalam dua musim terakhir membuat banyak pihak beramai-ramai melontarkan kritikan pedas. Bukan hanya dari pihak luar saja, namun beberapa orang yang berstatus sebagai legenda klub seperti Gary Neville, Paul Scholes, dan Roy Keane kerap melontarkan kritikan secara terbuka melalui media.

Menanggapi hal tersebut, Matic hanya berharap para legenda klub untuk segera menghentikan kebiasaan mereka mengkritik penampilan para pemain MU. Matic justru ingin para legenda memberikan dukungan yang lebih besar lagi bagi skuad Setan Merah.

"saya rasa itu memang sudah menjadi tugas mereka saat tampil di televisi. Mereka memang dibayar untuk mengatakan sesuatu. Terkadang mereka mengatakan yang sebenarnya, namun pada kesempatan lain mereka juga mengkritik pemain muda yang saya pikir itu tidaklah baik," ujar Matic kepada Omnisport.

"Terutama jika Anda berstatus mantan pemain Manchester United yang sudah tak di sini lagi selama 10, 15, hingga 20 tahun namun tetap melontarkan kritikan kepada para pemain yang ada saat ini, jelas itu tidak baik."

"Sebisa mungkin seharusnya Anda membantu para pemain. Namun di sisi lain mereka juga mendapatkan uang dari sana dengan mengatakan sesuatu," pungkasnya.

Artikel Tag: Nemanja Matic, Manchester United, Premier League

817  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini