Langgar Karantina, Jovic Mengaku Siap jika Dapat Hukuman

Penulis: Senja Hanan
Sabtu 21 Mar 2020, 20:47 WIB
Langgar Karantina, Jovic Mengaku Siap jika Dapat Hukuman

Penyerang Real Madrid, Luka Jovic mengaku siap mendapatkan hukuman.

Berita Liga Spanyol:Penyerang Real Madrid, Luka Jovic mengaku salah karena telah melanggar masa karantina. Meski telah meminta maaf, Jovic mengaku siap jika memang harus mendapatkan hukman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Real Madrid memang telah memutuskan untuk libur latihan setelah salah satu pemain basket klub itu terinfeksi virus corona. Madrid pun meminta kepada semua pemain untuk melakukan isolasi mandiri di kampung halamannya.

Namun, bukannya berdiam diri di rumah selama menjalani isolasi mandiri, Jovic justru keluyuran. Hal ini yang membuat Presiden Serbia, Aleksandar Vucic murka dan mengancam akan memberikan hukuman penjara kepadanya.

"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya melanggar karantina karena saya tidak tahu dengan peraturan di sini. Saya tahu itu sulit untuk dipercaya, tapi tidak apa-apa," ujar Jovic, kepada Objektiv.

"Di negara asal saya dan bahkan di Italia, selama kami masih bisa terlihat di internet, setiap orang yang sedang menjaani masa karantina bisa keluar rumah sekali dalam satu hari untuk pergi ke toko obat atau berbelanja," sambungnya.

Penyerang berusia 22 tahun itu mengaku tidak berniat untuk menyalahkan pihak berwenang untuk kebodohan yang sudah dilakukannya.

"Saya sadar bahwa saya harus menjaga diri selama masa karantina, harus ada kertas untuk membuktikannya. Ketidaktahuan saya berkaitan dengan bagaimana saya harus berperilaku selama isolasi diri yaitu apakah saya harus pergi keluar dalam kondisi tertentu. Tentu saja saya siap menanggung setiap konsekuensi untuk tindakan saya," lanjutnya.

Artikel Tag: Virus Corona, Real Madrid, Luka Jovic, Serbia

321  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini