Kisah Sedih Sadio Mane, Dibenci Keluarga Karena Sepakbola

Penulis: Febrian Kusuma
Sabtu 02 Jul 2022, 12:00 WIB
Sadio Mane

Sadio Mane (Sumber: IMAGO/Frank Hoermann/SVEN)

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Jerman: Sadio Mane kini menjadi pahlawan bagi Senegal, terutama dalam sepakbola. Ia menjadi salah satu bintang Timnas Senegal dalam kemenangan di Piala Afrika 2022 dan pahlawan dibalik keberhasilan mereka lolos ke Piala Dunia 2022.

Tak hanya itu, berkat sepakbola Sadio Mane juga bisa memajukan desa asalnya di Senegal, Bambali. Upahnya yang tinggi dari sepakbola membuatnya bisa membantu masyarakat desa untuk membangun sekolah, rumah sakit, hingga SPBU.

Namun, ternyata Mane memiliki cerita yang cukup menyedihkan di masa lalu. Ia sempat dibenci oleh keluarganya karena bermimpi menjadi pemain sepakbola profesional.

“Keluarga saya tidak pernah senang dengan saya karena sepak bola lebih penting bagi saya daripada sekolah,” ucap Sadio Mane, dilansir dari laman Bundesliga.

“Kampung halaman saya sangat kecil. Tidak mungkin menjadi pesepakbola profesional di sana. Tapi entah bagaimana aku punya perasaan bahwa aku bisa melakukannya. Saya mengikuti mimpi saya, dan keluarga saya menyadari bahwa tidak ada gunanya mencoba dan menghentikan saya bermain sepakbola,” lanjutnya.

Akan tetapi, keluarga dan masyarakat di sekitarnya berbalik mengeluh-eluhkan namanya setelah kini dirinya sukses menjadi pemain sepakbola ternama dunia. Menurut laporan di laman Bild, bersama Bayern Munich kini ia memiliki upah sebesar 250 ribu pounds atau setara 4,5 miliar rupiah per pekan.

“Ketika saya menjadi seorang pesepakbola profesional, segalanya berubah secara positif. Ketika saya bermain, itu hampir seperti liburan di rumah. Itu terutama benar di sini, di Munich. Ketika saya bermain untuk Bayern, tidak ada seorang pun di negara saya yang akan bekerja,” pungkasnya.

Artikel Tag: Sadio Mane, Senegal

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kisah-sedih-sadio-mane-dibenci-keluarga-karena-sepakbola
906  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini