Kisah Musa Juwara: Bocah Imigran Penakluk Inter Milan

Penulis: Rei Darius
Selasa 07 Jul 2020, 11:00 WIB
Kisah Musa Juwara: Bocah Imigran Penakluk Inter Milan

Musa Juwara mencuri perhatian sepak bola Italia lewat golnya ke gawang Inter Milan (Image: Getty)

Berita Liga Italia: Penyerang sayap Bologna, Musa Juwara, baru saja mencuri perhatian sepak bola Italia lewat penampilan sensasionalnya kontra Inter Milan di Serie A, dan dia memiliki kisah menarik yang mengiringi perjalanan sepak bolanya.

10 orang pemain Bologna tertinggal 0-1 di Stadio San Siro pada laga lanjutan Serie A hari Minggu (5/7) kemarin, dan pelatih Sinisa Mihajlovic memasukkan bocah berusia 18 tahun, Musa Juwara, pada menit ke-25, yang mengubah jalannya laga.

Juwara mencetak gol penyeimbang sembilan menit setelah menginjakkan kaki ke lapangan, dan menyebabkan Alessandro Bastoni menerima kartu kuning keduanya, sebelum kompatriotnya, Musa Barrow, mencetak gol kemenangan pada menit ke-80.

Musa Juwara mengubah jalannya laga dengan kehadirannya di lapangan, dan mencuri perhatian para penikmat Serie A sebagai salah satu calon bintang di masa depan.

Tidak banyak yang tahu namanya sebelum pertandingan ini, namun Juwara memiliki kisah menarik yang melatarbelakangi perjalanannya di sepak bola Italia.

Lahir di negara kecil Afrika, Gambia, Juwara sudah meninggalkan tanah airnya pada usia 14 tahun dan memulai petualangan di Eropa demi mengubah nasibnya.

Sang bocah bepergian sendiri menggunakan kapal laut ke Mediterania dan tiba di Sisilia pada tanggal 10 Juni 2016, salah satu dari 250 ribu orang bocah di bawah umur yang tiba di Italia pada tahun itu.

Otoritas membolehkannya tinggal di Potenza, daerah selatan kota kecil Basilicata, tempat Juwara memulai peruntungannya sebagai pesepak bola dengan gabung klub amatir, Virtus Avigliano.

Keputusannya tersebut benar-benar mengubah nasibnya, lantaran pelatihnya, Vintantonio Summa, memutuskan untuk mengadopsi sang remaja ke keluarganya dan menjadi pengasuh legal untuknya.

Dengan penampilan yang mulai bersinar di lapangan, Juwara pun direkrut oleh Chievo Verona, namun permasalahan menimpanya ketiga Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memblokir transfer ini dengan alasan untuk tidak mengeksploitasi imigran ilegal.

"Musa benar-benar terdampak dengan keputusan itu, dia hampir depresi, dan kami kesulitan untuk menjelaskan permasalahan birokrasi kepadanya," kata Bruno, dikutip dari Forza Italia Football.

Namun Juwara akhirnya diperbolehkan untuk pindah pada November 2017 dan sejak saat itu, dia sudah berkembang dengan luar biasa hingga dipromosikan ke tim promosi.

Juwara sukses mencetak delapan gol dari 15 kali bertanding pada musim debutnya bersama Chievo pada 2017/2018 lalu, hingga mendapatkan panggilan dari tim utama untuk pertama kalinya pada November 2018.

Musa Juwara melakoni debutnya bersama tim senior pada pekan terakhir musim itu kontra Frosinone, ketika Si Keledai Terbang sudah dipastikan terdegradasi dari Serie A.

Sang bocah asal Gambia kemudian mencetak lima gol untuk tim primavera pada musim berikutnya, sebelum dipinjamkan ke Torino untuk turnamen Viareggio hingga menarik perhatian Bologna.

Musim panas tahun lalu, Bologna menebusnya seharga 500 ribu euro (8 miliar rupiah) dari Chievo Verona, dan kariernya pun kembali mengalami peningkatan dengan berhasil mencetak 13 gol dari 18 pertandingan untuk tim primavera Bologna.

Pelatih Sinisa Mihajlovic begitu terkesan dengan bakatnya hingga memanggilnya ke tim utama secara reguler mulai bulan Oktober. Juwara melakoni debutnya di tim senior Bologna pada laga Coppa Italia kontra Udinese di bulan Desember.

Secara keseluruhan, Juwara sudah tampil dalam enam pertandingan bersama tim senior Bologna, dengan lima di antaranya di Serie A, namun gol pertamanya baru datang di San Siro akhir pekan kemarin, suatu momen yang tepat untuk mulai mencuri perhatian publik.

Musa Juwara bisa bermain di kedua sisi sayap dengan mengandalkan kecepatan serta kemampuannya dalam melakukan dribble untuk melewati para defender, dia juga memiliki sepakan yang kuat dan naluri mencetak gol yang bagus.

Keberhasilannya membobol gawang Samir Handanovic tentu menjadi modal penting untuk laga-laga berikutnya, dan bakat Juwara adalah salah satu yang patut untuk ditunggu perkembangannya hingga beberapa tahun ke depan.

Artikel Tag: Musa Juwara, Inter Milan, Bologna

1576  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini