Karena Atmosfer Anfield, Johan Cruyff Sempat Ingin Bermain di Liga Inggris

Penulis: Dwi Prima
Sabtu 08 Okt 2016, 11:13 WIB
Karena Atmosfer Anfield, Johan Cruyff Sempat Ingin Bermain di Liga Inggris

‘My Turn: The Autobiography’ / Matt Dunham via AP Photo

Ligaolahraga – Berita Liga Inggris: Dalam otobiografi terbaru Johan Cruyff, yang ditulis oleh anaknya Jordi. Cruyff menjelaskan bahwa ia pernah memiliki momen yang mengesankan ketika bermain di Anfield. Cruyff yang tutup usia di umur 68 tahun menceritakanya semuanya dalam otobiografi terbarunya yang berjudul ‘My Turn’.

Johan Cruyff pernah merasakan atmosfer Anfield sebanyak dua kali, satu bersama Ajax dan satu bersama Barcelona.

Dia menceritakannya dalam buku tersebut: “Setelah kami dinobatkan menjadi juara di musim pertama saya, kami akan bermain (melawan) Liverpool di babak kedua Piala Eropa 1966-1967.

“Pada saat itu Liverpool tidak hanya klub terbaik di Inggris tapi salah satu tim terkuat di dunia. Saya masih ingat hampir segala sesuatu tentang legenda ‘Fog Game’ (pertandingan berkabut) di Amsterdam.

“Ingat bahwa Inggris (saat itu) baru saja memenangkan Piala Dunia sehingga semua orang berbicara tentang mereka, dan tim Liverpool termasuk pemain-pemain seperti Ron Yeats, Ian St John, Tommy Lawrence dan Peter Thompson, pemain bagus yang kami semua pernah mendengar tentangnya.

“Semua orang mengatakan kami akan kalah, tetapi pada jeda babak pertama kami unggul 4-0. Pertandingan nyaris ditunda karena kabut tebal.

“Di Amsterdam skor akhir adalah 5-1 dan saya masih ingat manajer mereka Bill Shankly mengatakan bahwa hasil itu adalah hasil yang aneh, itu bisa menjadi 7-0 di Liverpool.

“Seminggu kemudian saya berdiri di lapangan di Anfield dengan merinding. Bukan karena saya takut lawan kami tapi karena atmosfer.

“The Kop sangat besar (saat itu) pendukung paling fanatik dengan semua nyanyian mereka, Anfield saat itu sangat mengesankan.

“Saya benar-benar menikmatinya selama 90 menit, dan kami memainkan permainan yang luar biasa. Meskipun itu imbang 2-2, kami berada dalam kendali penuh.

“Dari malam itu sepak bola Inggris telah menangkap hati saya.

“Saya belum pernah melihat sesuatu yang seperti ini - gairah untuk pertandingan, dan banyaknya fans ingin tim mereka menang, dan itu membuat saya berpikir bahwa suatu hari saya ingin bermain di Inggris.

“Sayangnya mimpi itu tidak terjadi karena pada hari-hari tersebut, masih tertutup untuk pemain asing.”

Cruyff kemudian bermain lagi di Anfield 10 tahun kemudian di semifinal leg kedua Piala UEFA. Kali ini kejeniusannya tidak bisa membuat Barcelona lolos ke final saat mereka hanya mampu bermain imbang 1-1, Liverpool lolos ke final berkat gol John Toshack di Nou Camp di leg pertama. The Reds kemudian mengangkat Piala UEFA di final, setelah mengakhiri perlawan dua leg melawan Bruges.

Artikel Tag: premier league 2017, Liverpool, Ajax, Barcelona, Johan Cruyff

1305  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini