Joan Laporta Kembali Diprediksi Rebut Jabatan Presiden Barcelona

Penulis: Senja Hanan
Selasa 12 Jan 2021, 21:08 WIB
Joan Laporta calon Presiden Barcelona.

Joan Laporta calon Presiden Barcelona.

Berita Liga Spanyol:Setelah jejak pendapat, Joan Laporta kembali diperkirakan bakal memenangi pemilihan Presiden Barcelona. Hal itu setelah dia mendapatkan jumlah tanda tangan terbanyak dari anggota Barcelona sebagai syarat mengikuti pemilihan.

Sebagaimana dikabarkan El Mundo Deportivo, Senin (11/1), Laporta menunjukkan bahwa ia sudah mengumpulkan 10.272 tanda tangan anggota klub Barcelona. Jumlah itu merupakan yang terbanyak dibanding kandidat lain seperti Victor Font yang mendapat 4.713 dan Toni Freixa dengan 2.822 tanda tangan.

Untuk bisa mengikuti pemilihan, setiap kandidat harus memperoleh minimal 2.257 tanda tangan. Dengan jumlah itu, dari sembilan kandidat yang mengajukan diri, hanya empat saja yang berhak bertanding.

Selain Joan Laporta, Font, dan Freixa, ada pebisnis Emili Rosaud sebagai kandidat terakhir. Rosaud, yang merupakan bos perusahaan energi Factor Energia, mendapatkan tanda tangan paling sedikit dari empat kandidat yang lolos dengan 2.510 tanda tangan.

Sungguh pun Laporta mendapatkan tanda tangan terbesar, namun pria berusia 58 tahun tersebut tidak melewati jumlah yang diraihnya pada pencalonan pertama di tahun 1997, yakni 13.457 tanda tangan. Laporta juga masih jauh dari rekor 26.619 tanda tangan yang diraih oleh Josep Lluis Nunez pada 1989.

Juga di bawah jumlah mantan pendukungnya yang kemudian menjadi Presiden Barcelona tepat setelah kepemimpinannya pada 2010, Sandro Rosell, dengan 12.635 suara.

Proses pemungutan suara akan dilakukan di Barcelona, Katalunya, pada 24 Januari 2021. Kandidat terpilih akan bekerja memimpin klub selama enam tahun untuk satu masa kepemimpinan.

Munculnya kesempatan kedua Laporta untuk memimpin Barcelona tak terlepas dari krisis yang melanda klub raksasa La Liga Spanyol tersebut. Presiden Barcelona sebelumnya, Josep Maria Bartomeu, mundur di tahun terakhir masa jabatannya karena desakan dari suporter disertai konflik internal. Semasa menjadi Presiden,

Laporta melakukan perubahan besar dengan merekrut Frank Rijkaard dan Ronaldinho pada 2003. Hasilnya, Barcelona merebut gelar Liga Champions 2006. Revolusi

Laporta sekali terjadi ketika ia menunjuk pelatih Barcelona B, Pep Guardiola, memimpin tim utama pada 2008. Pep, yang ketika itu baru berusia 37 tahun, sukses mencetak sejarah terbesar di dunia dengan membawa Barcelona merebut enam gelar dalam semusim.

Artikel Tag: Joan Laporta, Barcelona

511  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini