Ini yang Bikin Pep Guardiola Betah Latih Manchester City

Penulis: Demos Why
Jumat 14 Mei 2021, 17:00 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Pep Guardiola. (Foto: Jon Super/PA Images)

Berita Sepakbola: Manajer Manchester City, Pep Guardiola, membeberkan alasn utama kenapa dirinya memutuskan untuk bertahan lebih lama bertahan di Etihad Stadium. Apakah itu?

Pep Guardiola sendiri pada November 2020 yang lalu sepakat untuk menandatangani kontrak baru berdurasi selama dua tahun. Itu artinya, Guardiola akan menjadi pelatih bagi Manchester City hingga musim panas tahun 2023 atau selama tujuh tahun, periode terlama yang dia jalani sebagai manajer di sebuah tim.

Selama lima tahun pertama, Guardiola sukses mempersembahkan sepuuh trofi bagi timnya termasuk gelar juara Premier League musim ini. Bahkan Man City berpeluang untuk merengkuh treble andai mereka mampu menumbangkan Chelsea di final Liga Champions yang akan digelar di Porto, Portugal, akhir bulan ini.

Belakangan, Guardiola mengungkap satu alasan kenapa dirinya bersedia untuk bertahan begitu lama bersama Man City. Sang manajer mengakui bahwa dia melakukan itu karena mendapatkan kepercayaan penuh dari sang presiden klub, Khaldoon Al Mubarak.

"Saya bisa melihat dia begitu mempercayai saya," ujar Guardiola dilansir dari laman resmi Man City.

"Saya tidak bisa meyakinkan dia untuk selalu mencapai kesuksesan. Tidak ada yang bisa memastikan hal itu. Tapi saya melihat di matanya ketika kami makan malam bersama, dia begitu mempercayai saya."

"Ketika kami menghadapi masa-masa buruk, seperti musim pertama dan setelah disingkirkan Lyon [di Liga Champions], saya tidak bisa mengatakan tidak [saat diberi tawaran kontrak baru]."

"Biasanya manajer dipecat karena mereka tidak memenangkan pertandingan. Tapi tidak ada yang tahu alasan mereka mempekerjakan Anda."

"Di sini [di City] saya tahu dulu karena mereka memiliki Ferran [Soriano] dan Txiki [Begiristain] dan kami berada di jalur yang sama dengan cara kami ingin bermain, hidup dan menghormati organisasi."

"Klub selalu menjadi yang terpenting bagi kami, tapi kami juga menunjung tinggi kebersamaan dalam bekerja."

"Itulah mengapa ketika seorang pemain lebih memikirkan diri mereka sendiri daripada klub, itu sangat mengganggu saya."

"Saya mengerti seorang pemain ingin bermain sesering mungkin, tapi klub tetap harus yang utama. Kami berada di sini untuk sementara - jika kami menang maka akan bertahan lebih lama, jika tidak, maka masa bakti akan lebih pendek."

"Tetapi sejarah klub ini tidak dimulai sepuluh tahun yang lalu, itu dimulai dari Maine Road, di Divisi Dua ketika 30.000, 40.000 penggemar naik bus atau kereta untuk pergi dan mendukung tim. Itulah sejarah kami."

"Sheikh Mansour mengambil alih klub dan melangkah ke level lain tetapi sejarah adalah apa yang disukai banyak orang."

"Anda harus mempertahankan warisan itu, untuk manajer kami sebelumnya, pemain dan sebagainya. Apa yang saya lihat dari matanya selama kami berbincang-bincang, tidak peduli apa yang terjadi kami harus harus terus bersama, saya akhirnya memutuskan untuk terus bersama klub ini," pungkasnya.

Artikel Tag: Pep Guardiola, Manchester City

1638  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini