Djanur dan Mario Gomez Tetap Tenang Meski Banyak Pelatih yang Didepak

Penulis: Dayat Huri
Kamis 14 Jan 2021, 21:00 WIB
Pelatih Barito Putera, Djanur atau Djadjang Nurdjaman

Pelatih Barito Putera, Djanur atau Djadjang Nurdjaman/foto dok Liga Indonesia

Berita Liga 1 Indonesia: Berbeda dengan sejumlah pelatih klub Liga 1 Indonesia yang tengah harap-harap cemas menunggu kelanjutan kompetisi karena kontrak yang telah berakhir pada akhir Desember. Namun hal itu tidak berlaku bagi Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman atau Djanur dan Pelatih Borneo FC Mario Gomez.

Kedua pelatih itu bisa tetap tenang karena memiliki kontrak jangka panjang. Djanur yang bergabung dengan Barito Putera pada pertengahan musim 2019 memiliki kontrak sampai akhir musim 2022. Sedangkan Mario Gomez juga diikat dengan kontrak jangka panjang oleh Borneo FC. Pelatih asal Argentina itu memiliki kontrak sampai 2022.

Untuk Djanur, kontrak bersama Laskar Antasari itu merupakan salah satu kontrak terpanjang yang pernah didapatnya.

"Tapi, kontraknya selalu satu musim, lalu diperbarui. Paling tidak saya merasa ada ketenangan. Tidak seperti pelatih lain yang kontraknya habis," katanya seperti dilansir laman Jawa Pos.

Komunikasi dengan manajemen Barito Putera juga berjalan cukup baik, ia menyebut bahwa klub memahami betul hak yang harus diberikan kepada pelatih. Meski begitu, bukan berarti dirinya bisa bersantai. Sebab, menurut dia, ada risiko besar bagi pelatih jika menerima kontrak jangka panjang.

"Tantangannya adalah bagaimana kami harus bisa mencapai target sesuai waktu yang sudah disepakati sebelumnya," terangnya.

"Target awal adalah bagaimana saya diwajibkan memberi jam terbang kepada pemain jebolan tim Elite Pro Academy (EPA),"imbuhnya.

Bagi Djanur, menurunkan pemain muda bukan hal yang sulit. Apalagi, pemain muda pasti dapat kontrak jangka panjang juga.

"Jadi, pemain bisa bekerja lama dengan saya. Dengan begitu, paham bagaimana cara main yang saya inginkan," bebernya.

Selama kompetisi Liga 1 terhenti sejak pertengahan Maret lalu, ia menghabiskan waktu bersama keluarga di Bandung. Sesekali pelatih kelahiran 30 Maret 1959 itu tetap menjaga kondisi fisik.

"Pokoknya tetap olahraga ringan. Bisa joging, gowes, atau kadang main bulu tangkis juga," terang pelatih yang membawa Persib juara Liga Indonesia musim 2014 itu.

Untuk kompetisi Liga 1 tahun ini, PSSI selaku induk organisasi sepak bola tanah air belum memutuskan waktu untuk kembali menggulirkannya. Keputusan nasib kompetisi baru akan diambil pada rapat Exco yang akan dilaksanakan pada Januari ini.

Artikel Tag: djanur, Liga 1, Mario Gomez

554  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini