Direktur PSG Sebut Barcelona Tak Serius Datangkan Neymar

Penulis: Demos Why
Selasa 09 Jul 2019, 09:14 WIB
Direktur PSG Sebut Barcelona Tak Serius Datangkan Neymar

Neymar (Foto: Aurelien Meunier - PSG/PSG via Getty Images)

Berita Transfer: Direktur olahraga Paris Saint-Germain, Leonardo, mengomentari kabar keinginan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, untuk memulangkan Neymar. Namun Leonardo menyebut Blaugrana belum melakukan langkah konkret untuk mewujudkannya lantaran baru menjalin kontak secara informal.

Di bursa transfer musim panas tahun ini, kabar Neymar ingin meninggalkan Paris Saint-Germain demi kembali ke Barcelona. Bahkan kabar tersebut semakin menguat usai Bartomeu mengakui bahwa Blaugrana memang tertarik mendatangkan Neymar hanya saja tak mendapatkan restu dari Paris Saint-Germain.

Akan tetapi pernyataan Bartomeu mendapatkan bantahan dari Leonardo yang menegaskan bahwa pihaknya terbuka bagi klub mana saja yang menginginkan bintang berusia 27 tahun tersebut. Leonardo justru menilai Barca tak serius mendatangkan Neymar lantaran hingga kini belum ada tawaran konkret hanya sebatas kontak informal.

"Kami belum menerima tawaran apa pun. Tetapi memang benar, kami telah menjalin beberapa kontak yang sangat dangkal [dengan Barcelona]. Mereka bilang ingin membeli tapi kami bukan klub penjual," ujar Leonardo kepada Le Parisien.

"[Bartomeu] yang mengatakan itu, tetapi kami tidak memandang Barcelona berada dalam posisi sebagai pembeli serius," pungkasnya.

Peluang Neymar untuk meninggalkan PSG semakin besar lantaran sang pemain diketahui telah mangkir dari latihan perdana Les Parisiens, Senin (8/7), tanpa seizin klub. Bahkan melalui pernyataan resminya, jawara Ligue 1 Prancis itu berencana untuk menjatuhkan sanksi tegas pada Neymar atas tindakannya tersebut.

Artikel Tag: Neymar, Paris Saint-Germain, Leonardo, Barcelona

433  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini