Berita TSC 2016: Ini Alasan Djanur Mulai Terbuka Kritik Para Pemain Persib

Penulis: M. Aldi
Senin 10 Okt 2016, 18:01 WIB
Berita TSC 2016: Ini Alasan Djanur Mulai Terbuka Kritik Para Pemain Persib

Djadjang Nurdjaman

Ligaolahraga - Berita TSC 2016 : Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman di musim ini mulai lebih sering mengkritik anak asuhnya di depan media. Sebelumnya dia kerap menutupi performa buruk pemainnya, namun perlakuan yang berbeda mulai dia berikan akhir-akhir ini.

Korban terakhir yang menjadi sasaran amarah Djanur adalah pemain sayap, David Laly. Laly dianggapnya tidak memberi kontribusi apapun ketika diturunkan saat menghadapi Madura United. Selain itu Jajang Sukmara pun kena semprot sang pelatih akibat pelanggaran konyolnya yang berujung hadiah penalti untuk tim tuan rumah.

Disinggung mengenai keputusan Djanur yang lebih meledak-ledak, pelatih 58 tahun itu mengaku geram karena anak asuhnya terlalu sering melakukan kesalahan. Dan blunder tersebut berdampak pada kekalahan yang merugikan timnya. Sebelumnya dia kerap berbincang langsung pada pemain yang bersangkutan namun tidak berhasil.

"Rasanya sudah terlalu sering saya mengingatkan hal yang sama tapi tetap dilakukan lagi. Saya bicarakan soal hal tersebut, sudah dipraktekan, tapi main gitu lagi, ga tau apa di pikirannya," ujar Djanur kepada wartawan di Mes Persib, Senin (10/10/2016).

Djanur memang menyimpan harapan pada David Laly saat timnya tertinggal dari Madura dan ingin menggedor lini pertahanan lawan. Namun apa daya, permainan winger kidal itu jauh dari harapan meskipun sebenarnya dia mempunya kemampuan dribble dan kecepatan di atas rata-rata. Selama berlaga, Laly pun tidak memberi kontribusi apapun.

Sebelumnya sentilan kepada anak asuhnya di media sudah pernah dilakukan. Sebut saja kritik pada Juan Belencoso, Dias Angga, Tony Sucipto, Robertino Pugliara hingga saat ini Jajang Sukmara dan David Laly kena damprat.

Beberapa pemain yang pernah dia kritik pun ada yang sudah memberi respon positif. Seperti Robertino yang kini lebih memberi kontribusi untuk tim dan bermain penuh energi 90 menit. Hanyaa saja untuk pemain lain masih belum bisa bermain stabil di setiap pertandingan.

"Pugliara mulai kelihatan (lebih bagus) penampilannya. Tapi kalau yang lain masih angin-anginan. Dias juga untuk kemarin lumayan mudah-mudahan bisa bertahan dan ada progres," katanya.

Banyaknya kesalahan individu memang menjadi penyebab Djanur menjadi geram pada anak asuhnya. Menurutnya tak adanya figur jenderal di tubuh Persib menjadi penyebab pemainnya kerap gugup dan malah melakukan kesalahan. Di musim-musim sebelumnya, peran itu diemban oleh seorang Firman Utina.

"Ada juga faktor seperti itu untuk menyemangati, untuk buat pemain tenang dan kita ga ada (jenderal). Sekarang siapa coba, Atep suka (kasih semangat) tapi belum maksimal," ungkapnya.

Artikel Tag: djanur, Persib, Bandung

1236  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini