Andrea Agnelli Bantah Super League Adalah Percobaan untuk Kudeta

Penulis: Rei Darius
Sabtu 05 Jun 2021, 13:30 WIB
Andrea Agnelli tegaskan kembali bahwa proyek ESL bukanlah kudeta.

Andrea Agnelli bersikeras katakan Super League bukanlah kudeta (Image: Footballitalia)

Berita Liga Italia: Presiden Juventus, Andrea Agnelli, kembali membela diri perihal upayanya dalam menciptakan European Super League, yang ditentang oleh banyak pihak.

Sang raksasa Italia hanyalah satu dari tiga klub yang masih berkomitmen kepada proyek European Super League, bersama dengan Real Madrid dan Barcelona.

Tadinya, ESL memiliki 12 anggota sebagai klub-klub pendirinya, namun seiring dengan penolakan keras dari publik, enam klub besar Inggris beserta duo Milan dan Atletico Madrid pun mengundurkan diri.

Trio ESL kini masih berperang dengan UEFA, yang terus menerus memberikan ancaman kepada Juventus, Real Madrid, dan Barcelona, namun Andrea Agnelli kembali menjelaskan posisinya untuk penciptaan proyek ini.

"Saya mengingat sebuah proposal dari tahun 2019 di antara [Asosiasi Klub Eropa] ECA dan UEFA, yang saya kira bagus, dan faktanya adalah didukung oleh klub-klub yang berlaga di divisi kedua, ketiga, dan keempat," kata Agnelli dalam konferensi pers pada hari Jumat (4/6) kemarin.

"Sistem yang ada pada saat ini tidaklah efisien. Super League bukanlah kudeta, namun adalah sebuah peringatan putus asa terhadap sistem yang sudah berada di ujung tanduk sebelum pandemi, dan menuju kepada keruntuhan."

Badan Sepak Bola Eropa itu terus mengancam bahwa Juve, Barca, dan Madrid bisa dilarang tampil di Liga Champions pada musim depan, namun Agnelli percaya bahwa hukuman itu tidak akan datang.

"Klub-klub sudah berkomunikasi dengan UEFA, yang bereaksi keras dengan menutup pintu dan melemparkan ancaman arogan kepada ketiga klub yang masih bertahan di Super League, sepenuhnya mengabaikan vonis dari pengadilan Madrid dan menunggu vonis dari pengadilan Eropa. Kami bisa memastikan bahwa dasar hukum untuk proyek ini solid," tambahnya.

"Sikap yang ditunjukkan oleh UEFA bukanlah hal yang mau mengubah sepak bola. Hasrat kami untuk berdialog dengan UEFA dan FIFA masih belum berubah. Olahraga lainnya telah mengubah format mereka seiring berjalannya waktu, seperti Euroleague basket, membawa banyak keuntungan kepada fans, klub, dan pemain.

"Hampir semua pemangku kepentingan yang ada di sepak bola harus diubah, namun mereka yang mengajukan proposal dikutuk. Juventus, Real Madrid, dan Barcelona berniat untuk melanjutkan dengan proposal kami, juga dalam solidaritas bersama mereka yang terlalu takut untuk tetap bersama mereka."

Artikel Tag: Andrea Agnelli, Juventus, UEFA, European Super League, Real Madrid, Barcelona

499  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini