Aleksander Ceferin Klaim Juve, Barca, dan Madrid Sulitkan Diri Sendiri

Penulis: Rei Darius
Selasa 01 Jun 2021, 09:45 WIB
Aleksander Ceferin mengaku heran dengan trio klub ESL.

Aleksander Ceferin bingung dengan trio ESL (image: Getty)

Berita Sepak Bola: Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengatakan bahwa Juventus, Barcelona, dan Real Madrid telah menyulitkan diri mereka sendiri dengan pendekatan aneh soal European Super League.

12 klub dari Inggris, Spanyol, dan Italia merilis proposal kontroversial pada bulan April lalu, dengan meluncurkan European Super League, yang dimaksudkan untuk menandingi Liga Champions.

Langkah ini berujung kepada pro kontra antara para penggemar sepak bola dunia, hingga sembilan dari 12 klub penggagas tersebut mengundurkan diri.

Juventus, Barcelona, dan Real Madrid adalah ketiga klub yang masih tersisa dalam proyek yang nyatanya sedang mangkrak seiring dengan kecaman serius dari UEFA dan FIFA.

Badan sepak bola Eropa itu merilis pernyataan terbaru untuk melakukan penyelidikan terhadap ketiga klub yang tersisa, namun trio ESL tersebut tidak takut menghadapi ancaman tersebut.

Berkomentar mengenai situasi ini, Aleksander Ceferin, yang selalu vokal mengutarakan penolakannya terhadap proyek Super League, mengaku tidak paham mengapa ketiga klub itu mempersulit diri mereka sendiri.

"Mereka melumpuhkan diri sendiri dengan pendekatan yang mereka ambil," kata pria asal Slovenia ini kepada Sky Italia.

"Itu aneh melihat rilis pers bahwa ketiga klub itu, dari ribuan klub yang ada, berpikir mengenai ide menyelamatkan sepak bola dan tidak ada yang menyukainya."

Ceferin sebelumnya mengatakan bahwa para pemain dari klub-klub yang membela ketiga klub yang tersisa di ESL bisa dilarang tampil di kompetisi internasional, selagi Juve terancam dicoret dari Serie A menurut Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina.

"Komite disiplin kami merupakan badan independen jadi ketika mereka mulai bekerja dalam kasus ini, saya tidak bisa mendapatkan informasi dari mereka," lanjut sang presiden UEFA.

"Saya tidak tahu kapan, jika atau bagaimana sanksi akan diberlakukan. Bagi saya, yang aneh adalah ketika Anda mempublikasikan bahwa Anda masih menjadi bagian dari Super League dan kemudian mengirimkan surat untuk bermain di Liga Champions.

"Jadi Anda berada di Super League namun bermain di Liga Champions. Itu cukup sulit dipahami apa yang mereka maksud. Mereka harusnya menelepon kami, mengirimkan kami surat, meminta pertemuan.

"Namun mereka hanya mengirimkan sejumlah rilis pers mengatakan bahwa mereka menginginkan sebuah dialog, yang merupakan sebuah pendekatan yang cukup aneh."

Artikel Tag: Aleksander Ceferin, UEFA, Barcelona, Juventus, Real Madrid, European Super League

721  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini