Akademisi UI: Kerugian Ekonomi Akibat Penghentian Kompetisi Mencapai Rp3 Triliun

Penulis: Dayat Huri
Jumat 26 Jun 2020, 22:30 WIB
Akademisi UI: Kerugian Ekonomi Akibat Penghentian Kompetisi Mencapai Rp3 Triliun

Ketum PSSI saat menjamu akademisi UI/foto dok pssi

Berita Liga 1 Indonesia: Terhentinya kompetisi sepak bola tanah air semenjak Maret lalu menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp2,7 hingga Rp3 triliun. Dampak ekonomi ini menjadi besar karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi industri dan menggerakkan kesempatan kerja hingga 24 ribu orang.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo saat bertemu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PSSI, Jumat (26/6).

"Patut dicatat, dampak ekonomi karena kompetisi itu tak hanya berhenti di ekonomi, tapi menghasilkan dampak sosial yang baik bagi anak muda, seperti kesehatan, dan tercurahnya aktivitas untuk hal-hal positif," kata Revindo seperti dilansir laman resmi PSSI.

Kedatangan para akademisi Universitas Indonesia ke kantor PSSI juga sebagai ungkapan terima kasih karena Ketua Umum PSSI telah menjadi pembicara pada web seminar berjudul ‘Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Dampak Kompetisi dan Kehadiran Satgas Anti Mafia Bola terhadap Persepakbolaan Nasional’, 10 Juni 2020 lalu.

Webinar tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dan menjadi wadah diskusi untuk mempersiapkan kembali bergulirnya kompetisi sepak bola Indonesia dalam kondisi new normal yang dapat menciptakan kompetisi yang sehat dan mampu menggerakan perekonomian nasional.

Iriawan mengapresiasi pemikiran peneliti Universitas Indonesia dan menyatakan bahwa PSSI terbuka menjalin kerja sama dengan para akademisi demi kemajuan sepak bola nasional.

"Kita melakukan banyak hal yang dapat menghasilkan manfaat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia, termasuk kerja sama dengan para akademisi dunia pendidikan," jelas Iriawan.

Sebelumnya, pada Webinar UI lalu, PSSI menekanan pentingnya kompetisi bergulir dengan memperhatikan kemajuan timnas Indonesia dan juga sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

"Dengan kembali bergulirnya liga, para pelatih, pemain, dan komponen-komponen lain di klub akan kembali mendapatkan pemasukan. Sponsor pun mengucurkan lagi dananya," urainya.

Untuk menindaklanjuti webinar tersebut, Universitas Indonesia mengharpakan diskusi lanjutan dengan PSSI mengenai beberapa hal, antara lain mendorong Kerja sama dengan negara-negara Eropa dalam bidang sepak bola, riset dampak ekonomi pagelaran Piala Dunia U-20 2021 bagi Indonesia, serta kerja sama dengan BUMDES yang memiliki lapangan sepak bola sebagai tempat pembinaan pemain sepak bola usia muda.

Artikel Tag: Liga 1, PSSI, pt lib

630  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini