Berita Basket: Ini Detil Kasus Dugaan Pemerkosaan Derrick Rose Terhadap Mantan Kekasihnya

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 08 Okt 2016, 22:42 WIB
Berita Basket: Ini Detil Kasus Dugaan Pemerkosaan Derrick Rose Terhadap Mantan Kekasihnya

NY Knicks

Ligaolahraga – Berita Basket: Kasus dugaan pemerkosaan Derrick Rose dan dua temannya terhadap eks kekasih Rose sudah memasuki tahap persidangan. Sejak tuntutan sipil ini dilayangkan 13 bulan lalu, kasus ini menyedot perhatian media. Berikut rangkumannya sampai sebelum sidang dalam bentuk runut waktu:

Oktober 2011: Rose dan Doe bertemu di Los Angeles dalam sebuah pesta yang digelar Rose. NBA sedang dalam masa “lockout”. Inilah awal hubungan mereka. Kerap bepergian bersama ke pesta, pertandingan basket perguruan tinggi, dan acara lainnya.

28 April 2012: Rose mengalami cedera ACL dalam sebuah partai playoff. Rose absen sepanjang musim 2012-13. Masa penyembuhan lebih banyak dilakukan di Los Angeles, di mana Rose dan Doe melanjutkan hubungan asmara mereka. Tapi Doe terus menolak undangan Rose untuk terbang ke Chicago. Kemudian dia “menjaga jarak” setelah tahu Rose punya pacar di Chicago.

Mei 2013: Doe mengunjungi Rose di Chicago setelah selalu menolak. Tapi dia terkejut saat Rose memperlihatkan foto bayinya kepadanya. Dia memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan asmara dengan Rose.

26-27 Agustus 2013: Dugaan pemerkosaan ramai-ramai. Rose mengundang Rose dan temannya, Jessica Groff, ke rumah yang disewanya di kawasan Beverly Hills. Rose mengirimkan supir untuk menjemputnya. Doe menenggak vodka sembari menunggu sopir yang telat tiga jam.

Doe kemudian minum anggur di mobil dalam perjalanan ke rumah Rose, dan terus minum alkohol sesampainya di sana. Randall Hampton dan Ryan Allen ada di rumah bersama Rose. Doe menuduh minumannya dicekoki narkoba. Saking telernya, dia mengambil batu dalam perapian, sehingga tangannya terbakar.

Groff menyatakan Allen menyuruhnya membuka pakaian dan marah saat dia tak mau melakukannya. Doe dan Groff meninggalkan rumah itu dengan taksi. Meski Doe bersikeras tak melakukan hubungan seks di rumah Beverly Hills, ketiga pria mengklaim melakukan seks atas dasar sama suka dengannya di rumah itu.

Mereka semua membantah telah mencekokinya dengan narkoba dan tak tahu Doe dalam keadaan mabuk. Sesampai di apartemennya, Doe muntah-muntah. Kemudian meng-SMS Rose untuk datang ke tempatnya. Tapi Rose memintanya untuk justru datang ke rumahnya, tapi Doe menolak.

Rose akhirnya meng-SMS dirinya datang ke apartemen Doe. Dia datang bersama Hampton dan Allen. Sesampainya mereka pada dinihari tanggal 27 Agustus, kata Rose, Doe membukakan pintu. Tapi kata Doe, mereka masuk dari pintu yang tak terkunci.

Doe menuduh ketiganya melakukan seks dengannya tanpa persetujuannya – dia tak sadar saat mereka masuk apartemen. Keesokan paginya, dia bangun dengan perasaan tidak enak badan dan kesakitan. Dia telat masuk kerja. Saat kehilangan pekerjaannya, dia merujuk pemerkosaan itu sebagai sebabnya. Kata Rose, Doe dalam keadaan sadar dan setuju melakukan hubungan seks.

26 Agustus 2015: Doe melayangkan tuntutan hukum sipil di Los Angeles County Superior Court, yang kemudian dipindahkan ke U.S. District Court for the Central District of California. Doe mengaku awalnya tak melapor ke polisi karena merasa malu dengan insiden itu.

17 Juni 2016: Deposisi Rose. Rose mengatakan dia dan teman-temannya tidak mendiskusikan secara spesifik alasan mereka mendatangi apartemen Doe, tapi mereka punya kesepahaman yang implisit. Di tanggal ini pula, hakim menolak permintaan Rose yang minta identitas Jane Doe diungkapkan.

23 Juni 2016: Sehari setelah mendapatkan Rose dari Chicago Bulls, presiden New York Knicks Phil Jackson mengaku klubnya “tahu” soal kasus Rose ini.

27 Juli 2016: Hakim menolak dilakukannya rangkuman keputusan (berujung pada pembatalan kasus) sebagaimana yang diminta Rose. Kata hakim, ada pertentangan fakta perihal isu utama dalam kasus ini, yakni betul tidaknya Doe memberikan izin (consent) untuk melakukan seks dengan Rose dan kawan-kawan.

13, 14, 15 September: Pertama kalinya Doe membicarakan kasus ini dengan sejumlah media seperti ThinkPorgress, Associated Press, dan New York Daily News. Terungkap pula ternyata Rose mengaku tak paham definisi “consent”.

20 September 2017: Hakim memutuskan Doe harus memakai nama aslinya jika kasus itu jadi disidangkan. Si hakim khawatir jika identitas Doe dibiarkan tetap anonimitas, panel juri bisa mengira Rose memang bersalah.

Karena kesepakatan penyelesaian kasus di luar sidang tidak tercapai, sidang pun dijadwalkan pada 4 Oktober. Tepat pada hari pertama partai pramusim Knicks dan ultah ke-28 Rose. Jika Rose kalah, Knicks dan NBA bisa memilih menjatuhi hukuman larangan bertanding kepada Rose, meski liga biasanya tak melakukan itu kepada pemain yang kalah dalam kasus sipil.

Artikel Tag: Derrick Rose, pemerkosaan, New York Knicks, NBA

2716  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini