Tan Kian Meng/Lai Pei Jing Masih Yakin Lolos ke Olimpiade Tokyo

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 15 Feb 2021, 18:15 WIB
Tan Kian Meng dan Lai Pei Jing Masih Yakin Lolos ke Olimpiade Tokyo

Tan Kian Meng-Lai Pei Jing/[Foto:NST]

Berita Badminton : Meskipun German Open dibatalkan bulan depan, Tan Kian Meng dan Lai Pei Jing telah memutuskan untuk tetap tinggal di Eropa untuk bermain di kejuaran bergengsi All England Super 1000.

Pasangan ganda campuran, yang akan memulai perjuangan mereka sebagai pemain profesional mulai besok, melakukan segala yang mereka bisa untuk mendapatkan sponsor secepat mungkin untuk mewujudkan impian Olimpiade mereka tahun ini.

Baru minggu lalu, Lai Pei Jing, Soniia Cheah (tunggal putri), Vivian Hoo (ganda putri), Goh Soon Huat dan Shevon Lai (ganda campuran) dikeluarkan dari skuad tim nasional menyusul kinerja buruk mereka.

Federasi Badminton Malaysia (BAM) hanya akan mendanai Soon Huat/Shevon dan Soniia untuk Tour Eropa karena mereka memiliki peluang realistis untuk lolos ke Olimpiade Tokyo pada bulan Juli.

Tan Kian Meng awalnya dipertahankan oleh badan nasional, tetapi dia memilih untuk meninggalkan tim nasional untuk bersatu kembali dengan Lai Pei Jing.

Berbicara kepada Timesport kemarin, pemain berusia 27 tahun itu berkata: "Pei Jing dan saya memutuskan untuk berdiri bersama dan mewujudkan impian Olimpiade kami. Itu tidak akan mudah, tetapi kami akan berjuang untuk itu," kata Kian Meng.

"Dengan German Open dibatalkan, ada jarak antara Swiss Open (2-7 Maret) dan All England (17-22 Maret). Pei Jing dan saya telah memutuskan untuk tetap tinggal di Eropa. Tidak akan mudah untuk kembali ke Malaysia dan kemudian terbang lagi. Kami belum menjelaskan secara detail, tapi untuk saat ini, ini keputusan kami," ungkapnya.

Sebagai catatan, All England tidak akan menawarkan poin kualifikasi Olimpiade.

Saat ini menduduki peringkat ke-13 dalam daftar Race to Tokyo, Kian Meng/Pei Jing harus tampil sangat baik di semua turnamen kualifikasi yang tersisa.

Di atas mereka secara peringkat adalah peraih medali perak Olimpiade Rio 2016, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (No 7) dan Soon Huat/Shevon (No 11).

Suatu negara dapat menurunkan maksimal dua pasangan di Olimpiade, asalkan keduanya berada di peringkat delapan besar pada akhir periode kualifikasi pada bulan Mei.

Kian Meng menambahkan tantangan terbesar saat ini adalah mendapatkan sponsor.

“Dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, ini sangat sulit, tapi kami tidak punya pilihan. Mudah-mudahan, dengan hasil yang bagus di Eropa, kami akan menarik beberapa sponsor," katanya.

"Untuk saat ini, Pei Jing dan saya harus mengatur pengeluaran kami sendiri karena kami memilih ini untuk diri kami sendiri," tambah Kian Meng, yang akan dipertemukan kembali dengan mantan pelatih, Chin Eei Hui besok.

Di bawah asuhan Eei Hui, yang dikeluarkan oleh BAM tahun lalu, Kian Meng/Pei Jing mendapatkan kembali bentuknya yang hilang dengan mencapai semifinal Malaysia Open 2019 dan final Singapore Open 2019. Sangat menarik untuk melihat apakah Eei Hui akan dapat menghasilkan sihir yang sama dalam waktu sesingkat itu.

“Ya, kami akan dipertemukan kembali dengan pelatih Eei Hui. Semoga lebih mudah bagi kami untuk mendapatkan sponsor dengan dia sebagai pelatih kami juga,” tambah Tan Kian Meng.

Dengan German Open dibatalkan, kualifikasi Olimpiade yang tersisa di kalender adalah Swiss Open, Orleans Masters (23-28 Maret), Malaysia Open (31 Maret-4 April), Singapore Open (6-11 April), Kejuaraan Asia (April 27-Mei 2) dan India Open (11-16 Mei).

Meski belum ada yang dikonfirmasi oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), namun diketahui bahwa Malaysia Open dan Singapore Open tidak dapat berjalan sesuai jadwal yang ditentukan.

Artikel Tag: Tan Kian Meng, Lai Pei Jing, Olimpiade Tokyo 2021, German Open

663  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini