Tak Puas Perunggu di Rio, Nozomi Okuhara Incar Emas Olimpiade Tokyo

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 14 Mei 2020, 14:45 WIB
Tak Puas Perunggu di Rio, Nozomi Okuhara Incar Emas Olimpiade Tokyo

Nozomi Okuhara/[Foto:SinaSports]

Berita Badminton : Sebagian besar atlet sangat senang memenangkan medali dalam debut Olimpiade pertama mereka, tetapi tidak demikian dengan tunggal putri utama Jepang, Nozomi Okuhara. Sebaliknya, ketika ia memenangkan medali perunggu di Olimpiade Rio empat tahun lalu, ada bayangan psikologis dalam perjalanan.

Meskipun Okuhara berhasil memenangkan gelar juara dunia satu tahun setelah Olimpiade Rio, dia percaya bahwa dia masih jauh dari menyelesaikan misinya. Okuhara, yang kini berusia 25 tahun, mengatakan bahwa pencapaian di Rio selalu menghantui selama empat tahun terakhir.

"Sejak Olimpiade Rio, Olimpiade Tokyo telah ada di pikiran saya. Saya belum pernah tidak memikirkannya dalam sehari," kata Okuhara.

"Pada tahun berikutnya setelah Olimpiade Rio, saya memenangkan Kejuaraan Dunia. Menimbang bahwa ini adalah kejuaraan terbesar dalam kalender tahunan non-Olimpiade, saya seharusnya senang karenanya. Tetapi bahkan ketika saya berada di podium, bendera Jepang dinaikkan, dan lagu kebangsaan terdengar, kekecewaan di Olimpiade Rio tumbuh," ungkapnya.

"Pada saat itu saya menjadi yakin bahwa satu-satunya cara untuk menghilangkan perasaan ini adalah dengan menang di Olimpiade Tokyo," Okuhara menambahkan.

Sebagai tuan rumah Olimpiade tahun depan di Jepang, Okuhara berharap untuk sepenuhnya menyadari harapan dari negara dan ayahnya, tetapi dia merasa terhormat berada dalam situasi ini. Pemain nomor 4 dunia itu berharap untuk tak terlalu membebani.

"Tidak banyak orang yang perlu menghadapi tekanan ini. Hanya sedikit orang yang berada dalam posisi ini, jadi saya pikir ini suatu kehormatan dan saya mencoba mengubahnya menjadi sikap positif," katanya.

"Tetapi tidak mudah untuk mencapai puncaknya dalam kejuaraan yang diadakan setiap 4 tahun (karena Olimpiade Tokyo telah ditunda tahun depan, sehingga siklus Olimpiade ini menjadi 5 tahun)."

"Para pemain yang akhirnya mencapai podium tertinggi tidak hanya bisa mengandalkan bakat, tetapi juga membutuhkan faktor-faktor lain seperti keberuntungan," jelas juara dunia 2017 itu.

Artikel Tag: nozomi okuhara, PV Sindhu, carolina marin, olimpiade tokyo 2020

608  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini