Tak Ingin Para Pemain Berlatih Seperti Tahanan, BAM Akan Longgarkan Aturan Ketat di Asrama

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 30 Jun 2020, 01:30 WIB
Tak Ingin Para Pemain Berlatih Seperti Tahanan, BAM Akan Longgarkan Aturan Ketat di Asrama

Akademi Badminton Malaysia/[Foto:NST]

Berita Badminton: Para pemain tim nasional tidak lagi merasa seperti tahanan di Academy Badminton Malaysia (ABM) di Bukit Kiara. Pelatih kepala BAM, Wong Choong Hann, mengatakan bahwa tidak adil memperlakukan pemain seperti tahanan ketika semua orang di luar perlahan-lahan kembali ke rutinitas mereka.

Setelah lebih dari tiga bulan, semua pemain, kecuali tim junior nasional, akan melaporkan untuk pelatihan di ABM hari Minggu mendatang.

Sebelumnya, 17 pemain elit, termasuk delapan pemain yang berada di bawah program Road to Tokyo (RTT) dan pelatih mereka, diberi izin untuk melanjutkan pelatihan di ABM di bawah prosedur standar operasional yang ketat (SOP). Mereka akan terus mematuhi SOP, yang mencakup tidak ada kontak dengan siapa pun di luar ABM, hingga akhir Juni.

"Ketika sisa pemain kembali pada hari Minggu, mereka akan memiliki sedikit lebih banyak kebebasan. Saya pikir itu adil untuk membiarkan semua orang sedikit melunak," kata Choong Hann, dikutip dari NST.

"Mereka hanya perlu mempraktikkan kehati-hatian dan menjaga jarak sosial yang aman. Kami tidak bisa memperlakukan pemain kami seperti tahanan," canda Choong Hann.

Menurut mantan peringkat 1 dunia itu, bahwa SOP baru telah sesuai dengan Orde Pengendalian Gerakan Pemulihan yang telah selesai hari ini.

Choong Hann mengungkapkan bahwa pelatih ganda putra yang baru diangkat, Flandy Limpele asal Indonesia diperkirakan akan segera bergabung dengan kamp tim nasional.

Telah diketahui bahwa dokumen-dokumen untuk izin kerja pelatih Indonesia itu telah disetujui oleh pihak berwenang setempat.

"Ini adalah berita baik bagi kami karena kami khawatir tentang izin kerjanya pada awalnya. Covid-19 benar-benar membuat segalanya sulit bagi semua orang," katanya.

"Tapi kami lega mengetahui bahwa semuanya kembali ke jalurnya. Kami hanya perlu melihat kapan Flandy akan bisa terbang. Dia harus dikarantina selama 14 hari setelah tiba," tambah Choong Hann.

Artikel Tag: wong choong hann, Flandy Limpele, bam, Pandemi Covid-19

602  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini