Tak Hanya Pemain, BAM Juga Akan Ultimatum Para Pelatih

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 09 Feb 2021, 22:00 WIB
BAM Juga Akan Ultimatum Para Pelatih

Paulus Firman-Hendrawan/[Foto:NST]

Berita Badminton : Federasi Badminton Malaysia (BAM) telah membawa pelatih tunggal putra dan putri nasional untuk menjalankan tugas, menuntut lebih banyak keyakinan dan urgensi dalam program pelatihan mereka.

BWF Tour Eropa mendatang, yang terdiri dari Swiss Open pada 2-7 Maret, German Open (9-14 Maret) dan All England (17-22 Maret), akan menjadi tolak ukur langsung. Ini terjadi setelah panitia coaching and training (C&T) melakukan perombakan komprehensif pada BWF World Tour Asia baru-baru ini di Bangkok.

Kepala pelatih BAM, Wong Choong Hann mencatat bahwa tidak adil bagi para pemain untuk menanggung beban kritik sendirian setiap kali harapan tidak terpenuhi.

"Pelatih ada di sana karena suatu alasan, dan kami ingin mereka bangkit. Pada BWF World Tour Asia baru-baru ini, departemen tunggal putra dan putri sangat buruk. Mereka tidak memenuhi harapan kami, dan kami tidak puas dengan hasilnya," ungkap Choong Hann.

"Kami tidak mengatakan ini hanya untuk menuding siapa pun. Itu bukan niatnya. Tapi setelah diskusi berhari-hari, dan sejalan dengan Proyek 24 (cetak biru untuk Olimpiade Paris 2024), sekarang perlu menugaskan para pelatih dengan tanggung jawab ini," tambah Choong Hann kepada Timesport kemarin.

Hendrawan dari Indonesia saat ini adalah pelatih kepala tunggal putra dan dibantu oleh Tey Seu Bock. Sektor tunggal putri juga dipimpin oleh pelatih asal Indonesia lainnya, Indra Wijaya dan dibantu oleh mantan pemain internasional, Loh Wei Sheng.

Choong Hann menambahkan bahwa sementara sebagian besar pebulutangkis tunggal putri tidak memiliki peringkat yang cukup tinggi untuk lolos ke Swiss Open dan German Open, BAM tetap membuka opsi mereka untuk turnamen Eropa yang lebih kecil seperti Orleans Masters pada 23-28 Maret.

"Turnamen Eropa akan menjadi tolak ukur. Kami telah menetapkan KPI (Indeks Kinerja Utama) ini karena kami ingin para pelatih tahu bahwa kami serius," katanya.

“Ketika kami menyebut tunggal putra, kami tidak berbicara tentang Lee Zii Jia sendirian tetapi semua pemain lainnya juga. Hal yang sama berlaku untuk tunggal putri. "Dengan Soniia (Cheah) tidak lagi bersama kami, pemain seperti S. Kisona dan Goh Jin Wei tidak memiliki peringkat yang cukup tinggi untuk bermain di Swiss dan German Open, jadi kami akan melihat turnamen lain."

"Ini bukan misi do-or-die. Kami belum memikirkan hal terburuk yang bisa terjadi pada para pelatih ini, tapi kami perlu melangkah. Saya tidak ingin mendengar bahwa pemain tidak bermain bagus karena instruksi atau rencana tertentu tidak dikomunikasikan dengan baik."

"Kami telah mengidentifikasi apa yang salah di Bangkok bulan lalu, sekarang para pelatih perlu menemukan solusi untuk memperbaiki kekurangan tersebut," jelas mantan pemain peringkat 1 dunia itu.

Kemarin, BAM berpisah dengan lima pemain elit yakni Soniia, Vivian Hoo (ganda putri), dan tiga pemain ganda campuran, Goh Soon Huat, Shevon Lai dan Lai Pei Jing,.setelah melakukan review kinerja secara menyeluruh sesuai review berkala yang ditetapkan dalam Project 24.

Artikel Tag: bam, Lee Zii Jia, BWF, World Tour, hendrawan

805  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini