Sukses di Indonesia, Pelatih Ini Siap Bikin Ganda Campuran Malaysia Berprestasi

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 19 Mei 2020, 14:00 WIB
Sukses di Indonesia, Pelatih Ini Siap Bikin Ganda Campuran Malaysia Berprestasi

Paulus Firman-Wong Choong Hann/[Foto:SinaSports]

Berita Badminton : Paulus Firman telah menjadi pelatih ganda campuran yang sukses di Indonesia dan ia berharap untuk meniru prestasi itu di Malaysia. Dalam perombakan terbaru dari struktur pelatihan BAM pada hari Minggu (17/5), pelatih berusia 52 tahun itu telah ditugaskan untuk memimpin sektor ganda campuran.

Meskipun bekerja dengan tim ganda putra nasional selama dua tahun terakhir, sektor ganda campuran bukanlah sesuatu yang baru bagi Paulus.

Dia membela Indonesia di sektor ganda campuran dari tahun 1991-1995, dan juga memiliki pengalaman luas dalam melatih pasangan ganda campuran.

Ketika ia pertama kali memulai sebagai pelatih dengan tim nasional Indonesia pada tahun 1997, Paulus adalah asisten Imelda Wiguna di ganda putri dan ganda campuran.

Di antara pemain ganda campuran top Indonesia saat itu adalah Trikus Heryanto, Minarti Timur dan Bambang Suprianto.

Ketika program pelatnas Indonesia untuk kedua sektor dipisahkan pada tahun 1999, Paulus mengambil alih tim ganda putri.

Sekarang, ia berharap untuk menggunakan semua pengetahuan bermain dan melatihnya dengan baik saat ia menjalankan pekerjaan baik yang ditinggalkan oleh pelatih kepala ganda campuran sebelumnya, Chin Eei Hui.

Eei Hui, yang dipindahkan ke sektor ganda putri, berperan penting dalam mengorbitkan pasangan tangguh seperti Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan bahkan Chan Peng/Soon Goh Liu Ying juga, sebelum peraih medali perak Olimpiade itu beralih menjadi pemain profesional tahun lalu.

"Saya menikmati tantangan baru di ganda campuran," kata Paulus kemarin.

“Eei Hui telah melakukan pekerjaan luar biasa dan sektor ganda campuran saat ini dalam kondisi baik. Tujuan saya sekarang adalah untuk membawa pasangan mapan seperti Soon Huat/Shevon ke tingkat yang lebih tinggi, sambil mempersempit celah pasangan muda seperti (Hoo) Pang Ron, (Cheah) Yee See, (Chen) Tang Jie dan ( Peck) Yen Wei dengan mempercepat kemajuan mereka."

“Gaya permainan, metode latihan, dan aspek lainnya semuanya akan berbeda dari ganda putra, tetapi seharusnya tidak ada masalah bagi saya untuk beradaptasi. Mengingat pengalaman masa lalu saya sebagai pemain ganda campuran dan pelatih, saya tentu memiliki apa yang diperlukan untuk mengelola skuad," tambah Paulus.

Paulus menegaskan dia tidak berkecil hati karena tidak dapat membimbing Aaron Chia/Soh Wooi Yik hingga Olimpiade Tokyo tahun depan.

Aaron dan Wooi Yik, yang dipandu Paulus untuk masuk ke 10 besar peringkat dunia, disebut-sebut sebagai prospek medali terbaik Malaysia di Olimpiade Tokyo.

“Sebagai seorang profesional, saya siap melayani sektor mana pun di mana jasa saya dibutuhkan. Dan yakinlah, saya akan memberikan yang terbaik,” katanya.

“Manajemen membuat perubahan untuk kepentingan terbaik tim nasional dan mereka mendapat dukungan penuh dari saya."

“(Pelatih kepala ganda putra baru) Flandy (Limpele) akan menjadi tambahan yang bagus untuk skuad pelatih BAM. Dia akan melakukan pekerjaan dengan pemain ganda putra,” Paulus menjelaskan.

Paulus memang punya pengalaman untuk melatih di setiap sektor karena ia bahkan pernah menjabat sebagai pelatih tunggal putra dengan tim nasional Indonesia.

Antara tahun 2004-2008, ia adalah asisten Mulyo Handoyo, dan mereka ditugasi untuk melatih para pemain top Indonesia saat itu, yakni Taufik Hidayat.

Artikel Tag: Paulus Firman, Flandy Limpele, Goh Soon Huat, Shevon Jemie Lai

1813  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini