Satu Lagi Pemain Yang Kritik Keras Jadwal Baru BWF

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 25 Mei 2020, 15:30 WIB
Satu Lagi Pemain Yang Kritik Keras Jadwal Baru BWF

Hendrawan-Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Musim World Tour akan dimulai lagi dalam tiga bulan tetapi pemain top nasional Malaysia, Lee Zii Jia tidak akan terlalu bersemangat. Sebaliknya, pemain nomor 10 dunia itu memiliki kekhawatiran lain, salah satunya adalah pikiran menakutkan karena harus memainkan 11 turnamen beruntun dalam rentan waktu 16 minggu dalam jadwal yang diperbarui Federasi Badminton Dunia (BWF) yang dimulai pada bulan Agustus.

Sebagai salah satu dari 15 pemain tunggal top dunia, Zii Jia berkewajiban untuk berkompetisi minimal 12 event World Tour (dalam empat level) untuk menghindari hukuman.

Merupakan keharusan bagi "Pemain Berkomitmen Teratas" untuk bermain di turnamen grade 1 seperti BWF World Tour Finals (jika mereka lolos) dan ketiga turnamen grade 2 (setara dengan All England ).

Mereka juga harus ikut serta dalam lima turnamen level 3 (setara Malaysia Open) dan empat dari tujuh turnamen grade 4 (setara Malaysia Masters). Zii Jia hanya ambil bagian tiga di turnamen sejauh ini, yakni grade 2 (All England) dan dua turnamen grade 4, Malaysia Masters dan Indonesia Masters 2020 sebelum musim dihentikan pada pertengahan Maret.

Ini menyisakan juara SEA Games itu dengan sembilan turnamen grade 2 lainnya di China Open (15-20 September), Indonesia Open (17-22 November), grade 3 di Japan Open (22-27 September), Denmark Open (13-18 Oktober), French Open (20-25 Oktober), Fuzhou, China Open (3-8 November) dan Malaysia Open (24-29 November), serta grade 4 di Korea Open (8-13 September), Hong Kong Open (10-15 November), Thailand Open (1-6 Desember) dan India Open (8-13 Desember).

Saat ini Zii Jia berada di peringkat kelima dalam peringkat Race to Guangzhou, Zii Jia juga bisa mengantre untuk tampil di delapan teratas untuk putaran final akhir musim pada 16-20 Desember.

Dan kemudian, ada Kejuaraan Piala Thomas di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober di mana Zii Jia akan menjadi ujung tombak tim Malaysia.

"Ini akan menjadi sangat sulit dan saya bertanya-tanya bagaimana kami akan menghadapi begitu banyak turnamen beruntun," tegas Zii Jia.

“Saya pikir semua orang akan berjuang, terutama ketika kebanyakan dari kami belum benar-benar bermain bulu tangkis kompetitif sejak Maret. Bagaimana kami akan pulih dalam waktu dan berada di minggu-demi-minggu terbaik kami?

"Saya harap BWF akan memberikan kami pengecualian kali ini dengan mengurangi jumlah acara yang harus dipenuhi oleh para pemain top," ungkapnya.

Selain itu, Zii Jia juga merasa masih terlalu dini untuk memastikan bahwa musim akan dimulai kembali seperti yang direncanakan.

“Saya masih memiliki banyak keraguan. Banyak negara terwakili di sirkuit internasional, jadi bisakah kami semua benar-benar bepergian lagi dan mulai bersaing pada bulan September?” tanya Zii Jia.

Sementara itu, pelatih kepala tunggal putra tim nasional, Hendrawan mengatakan bahwa BWF tak punya pilihan lain.

“Dapat dimengerti bahwa BWF tidak memiliki pilihan selain untuk menyesuaikan sebanyak mungkin turnamen dalam beberapa bulan terakhir musim ini, tetapi saya benar-benar berharap mereka menyadari bahwa tidak mungkin seorang pemain bisa bermain 5-6 turnamen sekaligus," kata Hendrawan.

“Jika mereka diharuskan untuk melakukan perjalanan minggu demi minggu, saya khawatir mereka akan cedera. Kami tidak ingin ini terjadi dan pemain harus absen lagi,” jelasnya.

Namun, menurut manajer komunikasi dan media BWF, Lloyd Green, informasi lebih lanjut tentang kalender yang direvisi dan status pemain akan dirilis pada hari Rabu (27/5).

Artikel Tag: Lee Zii Jia, hendrawan, BWF, World Tour, Pandemi Covid-19

602  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini