Pro & Kontra Terkait Penundaan Olimpiade Tokyo

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 30 Mar 2020, 23:00 WIB
Pro & Kontra Terkait Penundaan Olimpiade Tokyo

Aaron Chia Hsin-Soh Wooi Yik/[Foto:Thestar]

Berita Badminton: Penundaan Olimpiade Tokyo 2020 telah menciptakan pro dan kontra, terutama karena kualifikasi yang hampir selesai selagi gelaran Olimpiade masih jauh.

Beberapa pemain tim nasional membagikan apa yang mereka anggap pro dan kontra ketika mereka tidak berdaya menunggu rincian lebih lanjut dari Federasi Badminton Dunia (BWF).

“Saya pikir bagi kami (bersama rekannya Soh Wooi Yik), langkah untuk menunda Pertandingan itu bagus," kata Aaron Chia, dikutip dari NST.

“Dengan pandemi Covid-19 yang menyebabkan kekacauan, kami sekarang harus fokus pada kesehatan kami. Dengan turnamen ditunda dan peringkat dibekukan, kami tidak terlalu khawatir tentang hal lain sekarang," ungkapnya.

Saat ini, di peringkat dunia dan daftar kualifikasi Race to Tokyo, Aaron/Wooi Yik berada di peringkat 9, lima tingkat di atas rival terdekat yang juga senior mereka, Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Berdasarkan format kualifikasi awal, suatu negara dapat memiliki representasi maksimum dua pasangan ke Olimpiade, jika mereka berada di posisi delapan besar Race to Tokyo.

Namun, BWF telah mengumumkan bahwa mereka akan mempelajari dan meninjau kualifikasi semua turnamen setelah All England beberapa waktu lalu karena Covid-19.

Pemain ganda campuran, Shevon Lai berharap BWF akan memperpanjang periode kualifikasi, sehingga ia dan rekannya Goh Soon Huat dapat mengambil kesempatan untuk meraih debut di Tokyo.

Soon Huat/Shevon saat ini berada di urutan ke 11 dalam daftar Race to Tokyo dan membutuhkan setidaknya 4.000 poin untuk pindah ke posisi delapan besar. Pasangan profesional, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying berada di urutan ke-7.

“Penundaan ini baik untuk semua orang karena pandemi Covid-19 semakin tak terkendali. Tapi sebagai pemain, kami berharap BWF akan memperpanjang periode kualifikasi. Itu normal karena kami berharap untuk itu meraih debut Olimpiade kami," kata Shevon.

Sementara pemain tunggal putri, Soniia Cheah, enggan berkomentar lebih lanjut mengenai bagaimana kualifikasi ini dilanjutkan—mengungkapkan bahwa dia hanya menunggu keputusan dari BWF.

“Secara teknis, saya sudah memenuhi syarat untuk Olimpiade menjadi nomor tunggal putri Malaysia tertinggi. Namun saya tidak ingin berkomentar banyak tentang 'bagaimana jika' karena apapun bisa terjadi. BWF belum membuat komentar tentang kualifikasi,” jelas Soniia.

Artikel Tag: Aaron Chia Hsin, Soh Wooi Yik, Virus Corona, BWF, olimpiade tokyo 2020

675  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini