Preview Tunggal Putra BWF World Tour Finals 2019

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 11 Des 2019, 15:45 WIB
Preview Tunggal Putra BWF World Tour Finals 2019

Anthony Sinisuka Ginting-Kento Momota/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Meski sorotan akan tertuju kepada juara dunia dua musim terakhir, Kento Momota, namun persaingan sektor tunggal putra akan sangat menarik karena akan ada persaingan dari para pemain top dunia di turnamen pamungkas akhir tahun BWF World Tour Finals 2019.

1. Kento Momota (Jepang)

Sang juara dunia nyaris tidak melakukan kesalahan sepanjang tahun. Setelah secara mengejutkan kalah dari Anders Antonsen di final Indonesia Masters, Momota langsung menggebrak dengan mendominasi sepuluh final berikutnya. Sebagian besar gelar utama berhasil Ia raih, yakni All England, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia, Japan Open, Kejuaraan Dunia, Victor China Open, Korea Open, Denmark Open, dan Fuzhou China Open. Dengan penampilan kuat ini, Momota tentu saja akan menebus kesalahan atas kekalahannya di BWF World Tour Finals tahun lalu.

2. Chou Tien Chen (Taiwan)

Dua kemenangan dalam tiga minggu di Thailand seta kemenangan di Indonesia Open 2019. Gelar Super 1000 pertamanya datang dalam keadaan dramatis, di akhir final maraton Indonesia Open yang menunjukkan tekad dan kebugaran yang luar biasa. Ada juga sorotan lain sepanjang tahun, saat ia merebut gelar di Thailand dan Taiwan Open serta menjadi runner-up di Korea Open dan China (Fuzhou), keduanya kalah dari Momota.

3. Jonatan Christie (Indonesia)

Itu adalah tahun yang baik bagi pemain asal Indonesia, Jonatan Christie karena ia masuk ke sepuluh besar pada awal musim dan tinggal di sana. Dia memenangkan turnamen berturut-turut di New Zealand Open dan Australia Open, serta berada di final Japan Open dan French Open 2019. Meskipun ia tidak dapat meniru performa yang meyakinkan di Asian Games 2018, namun penampilan mantapnya akan meyakinkan para penggemar bahwa gelar-gelar besar selanjutnya akan datang.

4. Chen Long (China)

Juara Olimpiade Rio tidak lagi meraih konsistensi seperti dulu, tetapi ia masih merupakan pesaing yang tangguh. Dia berada di final pada dua minggu berturut-turut di Denmark dan French Open 2019. Dia kalah di kesempatan yang pertama dari Momota, namun berhasil di kesempatan kedua dengan mengalahkan Jonatan Christie. Dia juga berada di final Malaysia Masters, kalah dari Son Wan Ho dan Malaysia Open dari Lin Dan.

5. Viktor Axelsen (Denmark)

Menimbang bahwa Axelsen absen pada pertengahan musim karena masalah kebugaran, sungguh luar biasa bahwa Axelsen bangkit kembali dengan kuat. Bagian awal musim telah berjalan dengan baik, dengan semifinal di Malaysia Masters dan Indonesia Masters, gelar di Spanyol dan India, selain final yang diperjuangkan dengan keras di All England. Kembalinya dengan sangat mengesankan, dengan semifinal di Denmark dan Perancis, dan perempat final di China (Fuzhou) dan Hong Kong Open membuat pemenang dua kali World Tour Finals ini tentu saja akan berusaha merebut kembali gelar di Guangzhou.

6. Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia)

Itu adalah tahun yang baik untuk Ginting meski diselingi oleh pasang surut. Dia membuat empat final pada interval yang sama, tetapi dia juga sering tersingkir di babak pertama atau kedua. Dia berada di final di Singapore, Australia, China (Changzhou) dan Hong Kong, tetapi dia tidak bisa menemukan bentuk yang membuatnya mencuri perhatian pada beberapa kesempatan musim sebelumnya. Kesempatan paling dekat untuk memenangkan gelar adalah di Hong Kong Open, tetapi kalah dari pemain kualifikasi asal tuan rumah, Lee Cheuk Yiu di final.

7. Anders Antonsen (Denmark)

Antonsen adalah salah satu bintang tahun ini. Dimulai dengan Indonesia Masters pada bulan Januari, di mana dia tampil mengesankan dengan mengalahkan Kento Momota di final, Antonsen menetapkan standar tinggi dan jarang menurun. Dia membuat empat final lainnya di Spanyol Masters, Ueropean Games, Indonesia Open dan Kejuaraan Dunia 2019.

8. Wang Tzu Wei (Taiwan)

Kemenangan pertama Wang Tzu Wei, di BWF World Tour Syed Modi International akan meningkatkan kepercayaan dirinya untuk World Tour Finals 2019. Masuk delapan besar setelah mencapai babak kedua kualifikasi terakhir di Gwangju Korea Masters. Seminggu kemudian ia merayakan kualifikasinya dengan memenangkan gelar Tour pertamanya di Syed Modi, yang seharusnya menempatkannya dalam kerangka berpikir yang baik di akhir musim pertamanya. Wang memiliki tahun yang sibuk bermain di 26 turnamen dengan poin tertinggi menjadi semifinalis di Korea Open, Australia Open, dan Kanada Open 2019.

Artikel Tag: kento momota, Jonatan Christie, Chou Tien Chen, Chen Long, BWF World Tour Finals 2019

651  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini