Pelatih India Salahkan Negara-negara Asia Atas Batalnya Piala Thomas-Uber

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 16 Sep 2020, 03:00 WIB
Pelatih India Salahkan Negara-negara Asia Atas Mundurnya Piala Thomas-Uber

Vimal Kumar/[Foto:Times of India]

Berita Badminton: Mantan pelatih bulu tangkis tim nasional India, Vimal Kumar pada Selasa (15/9) menyalahkan penarikan negara-negara Asia atas penundaan kejuaraan Piala Thomas dan Uber, menyebutnya sebagai "kemunduran besar" untuk olahraga tersebut.

Kejuaraan bergengsi beregu putra dan putri itu ditunda ke tahun depan oleh Federasi Badminton Dunia (BWF) menyusul gelombang penarikan oleh tim-tim papan atas, terutama dari Asia, karena pandemi COVID-19.

"Apa yang telah dilakukan negara-negara Asia, sungguh mengecewakan. Tidak ada masalah besar di negara-negara ini, mereka mengadakan turnamen lokal di sana, jadi mundur dengan cara ini merupakan kemunduran besar bagi olahraga ini," kata Vimal kepada PTI.

Badan dunia menunda kejuaraan Piala Thomas dan Piala Uber ke tahun depan menyusul penarikan tim-tim top, termasuk Indonesia, Korea Selatan, dan Taiwan.

Ajang Piala Thomas dan Piala Uber yang menandai dimulainya kembali bulu tangkis internasional setelah jeda paksa virus Corona itu dijadwalkan digelar di Aarhus, Denmark mulai 3 hingga 11 Oktober. India telah mengumumkan tim putra dan putri untuk kejuaraan tersebut.

Namun, setelah Indonesia dan Korea Selatan pada hari Jumat (11/9) bergabung dengan Thailand, Australia, Taiwan, dan Aljazair yang mengundurkan diri karena wabah yang ditakuti, BWF memutuskan untuk menunda kejuaraan tersebut ke tahun depan.

"Itu adalah cara ideal untuk menghidupkan kembali kompetisi. Ada platform di sana. Kami tidak sebesar China tetapi India berdiri positif, kami ingin berpartisipasi tetapi jika negara-negara besar tidak bermain, apa yang dapat BWF lakukan? Bagaimana mereka akan mengadakan kejuaraan? Saya akan menyalahkan negara Asia atas kekacauan ini," Vimal Kumar menjelaskan.

Artikel Tag: Vimal Kumar, BWF, Piala Thomas 2020, Piala Uber 2020

5896  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini