Malaysia Dukung BWF Hukum Berat Para Pengatur Skor Pertandingan

Penulis: Yusuf Efendi
Sabtu 09 Jan 2021, 17:30 WIB
Malaysia Dukung BWF Hukum Berat Para Pelanggar Integritas

Match Fixing/[Foto:BP]

Berita Badminton : Federasi Badminton Malaysia (BAM) dipastikan mendukung upaya dari badan dunia untuk memberantas pelanggaran terkait pengaturan skor, taruhan, dan manipulasi hasil pertandingan yang tidak teratur.

Ini hanya satu minggu memasuki tahun baru tetapi Federasi Badminton Dunia (BWF) tidak membuang waktu dalam memperbaiki pengatur pertandingan dalam olahraga sebagai pengingat yang tegas dan tepat waktu untuk semua sebelum musim baru dimulai.

Badan pengatur dunia telah menghukum tiga pebulutangkis Indonesia dan seorang individu Malaysia dengan larangan seumur hidup karena melakukan pelanggaran terkait pengaturan skor, taruhan, dan manipulasi hasil pertandingan yang tidak teratur.

Juga dihukum adalah lima pebulutangkis Indonesia lainnya yang diskors antara enam hingga 12 tahun dan didenda.

Pengumuman itu datang hanya beberapa hari sebelum dimulainya kembali Tour Asia padapekan depan di Bangkok, Thailand.

Individu Malaysia tersebut diidentifikasi sebagai Lim Ze Young dalam laporan yang dirilis.

Pelaku bukanlah pebulutangkis, tetapi perwakilan dari merek peralatan olahraga. Ze Young dinyatakan bersalah atas lima tuduhan integritas terhadapnya, termasuk mendekati dua pebulutangkis internasional untuk memanipulasi pertandingan di Japan Open 2014.

Untuk bulu tangkis Malaysia, tentu memalukan menjadi berita utama karena alasan yang salah lagi setelah dua pebulutangkis Tan Chun Seang dan Zulfadli Zulkiffli masing-masing dilarang tampil selama 15 tahun dan 20 tahun karena pengaturan pertandingan.

Presiden BAM, Tan Sri Norza Zakaria menyambut baik aksi tegas dari BWF.

“Selamat untuk BWF karena telah bertindak keras terhadap orang-orang yang mencoba merusak citra olahraga ini,” kata Norza.

“Kami di BAM selalu berlatih tanpa toleransi untuk segala bentuk taruhan atau pengaturan pertandingan."

“Untuk itu, BAM akan senantiasa mendukung upaya BWF untuk memberantas masalah terkait integritas tersebut karena tidak ada tempat untuk melakukan kecurangan dan ketidakjujuran dalam olahraga," tambah Norza.

BWF, dalam sebuah pernyataan kemarin, mengungkapkan bahwa mereka telah menyelidiki Ze Young selama bertahun-tahun. Unit Integritas telah membuka penyelidikan terhadapnya pada tahun 2014 setelah mereka diberi tahu oleh dua pemain yang menjadi pelapor atas kasus tersebut.

Ze Young juga dihukum karena gagal melapor ke BWF dalam upaya untuk memperbaiki hasil pertandingan, memfasilitasi orang lain untuk bertaruh pada beberapa turnamen yang disetujui BWF pada tahun 2017, gagal bekerja sama dengan badan dunia dalam penyelidikan dan mengancam pemain.

Menurut keputusan Panel Dengar Pendapat Internal yang diterbitkan kemarin, bahkan selama penyelidikan yang sedang berlangsung, Ze Young bahkan telah mengancam pemain internasional lain yang telah berteman dengannya dan membantu menyelesaikan hutang perjudian pada tahun 2017.

Ze Young dikatakan telah memberlakukan tingkat bunga antara 20% hingga 25% untuk uang yang dia pinjamkan dan menekan pemain untuk membayar kembali hutangnya. Dia mengancam pemain bahwa jika dia tidak melakukannya, maka dia akan mengekspos kebiasaan perjudian yang terakhir di media sosial.

“Panel juga menemukan bahwa individu tersebut telah mendekati atlet bulu tangkis internasional dan menawarkan uang untuk memanipulasi pertandingan, bertaruh pada beberapa pertandingan bulutangkis termasuk pertandingan yang melibatkan pemain yang disponsori oleh pemberi kerja individu dan telah menyalahgunakan posisinya yang berpengaruh sebagai eksekutif dalam merek olahraga dalam upaya untuk merusak bulu tangkis internasional dan memperkaya dirinya sendiri, ”kata BWF.

"Karena sifat pelanggaran dan akses dan pengaruh orang ini atas pemain yang disponsori perusahaannya, panel juga telah menangguhkan individu tersebut dari aktivitas terkait bulu tangkis seumur hidup," imbuhnya.

Artikel Tag: bam, BWF, Malaysia

478  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini