Liek Hou Tak Sabar Hadapi Rival Berat Indonesia di Dubai Para Badminton

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 30 Mar 2021, 19:15 WIB
Liek Hou Tak Sabar Hadapi Rival Berat Indonesia di Dubai Para Badminton

Cheah Liek Hou/[Foto:Thestar]

Ligaolahraga.com -

Berita Badminton : Cheah Liek Hou yang kini berada di peringkat 2 dunia, sedang menikmati prospek untuk menghadapi musuh bebuyutannya asal Indonesia, Dheva Anrimusthi dan Suryo Nugroho saat Dubai Para Badminton International berlangsung hari ini.

Turnamen Para Badminton di Uni Emirat Arab, yang menandai dimulainya kembali sirkuit bulu tangkis para setelah absen selama 13 bulan, mengumpulkan banyak pesaing karena merupakan satu dari tiga turnamen yang mengarah ke Paralimpiade Tokyo dari 24 Agustus-5 September.

Dua turnamen Para Badminton lainnya adalah Spanyol dan Irlandia Para Bulutangkis Internasional yang akan diadakan masing-masing dari 10-16 Mei dan 21-27 Juni.

Liek Hou akan keluar untuk mendapatkan hak membual lebih awal atas saingannya di tunggal putra SU5 (gangguan di tubuh bagian atas) dan menggarisbawahi kredensial medali emasnya untuk Olimpiade Tokyo.

Kecuali Taiyo Imai No. 5 dunia dari Jepang, Liek Hou memiliki kesempatan untuk melihat bagaimana dia melawan sesama pesaing Paralimpiade yang terdiri dari No. 1 Dheva dan No. 3 Suryo, No. 4 Bartlomiej Mroz dari Polandia dan No. 7 Ilker Tuzcu dari Turki.

"Saya sama-sama senang dan gugup pada saat yang sama," kata Liek yang berusia 33 tahun.

“Senang karena sudah lebih dari setahun sejak saya bermain di Peru (pada Februari tahun lalu) dan gugup karena saya tidak seberapa jauh saingan saya datang sejak saat itu."

"Tapi saya dalam performa yang bagus sebelum pandemi membuat sirkuit terhenti, jadi saya akan kembali ke lapangan dengan keyakinan yang sama," ungkapnya.

Liek Hou meraih empat gelar Open berturut-turut, menang di Denmark, Jepang, Brasil, dan Peru antara November 2019 dan Februari tahun lalu. Di Brasil itulah ia akhirnya mengalahkan musuh bebuyutannya Dheva sejak 2017, kemenangan yang meningkatkan moral yang memicu harapannya untuk menjadi peraih medali emas pertama Malaysia di para bulu tangkis ketika olahraga tersebut memulai debutnya di Tokyo Paralympics.

“Jika saya bisa mengalahkan Dheva dan Suryo lagi, maka itu pasti akan membuat kepercayaan diri saya menjadi lebih baik,” tambahnya.

Pelatih Datuk Rashid Sidek bukan satu-satunya yang melakukan perjalanan dengan Liek Hou untuk tugas minggu ini, yang terakhir juga mendapat dukungan dari tim analisis video dari National Sports Institute (NSI).

“Tim NSI akan membantu saya dengan analisis permainan dari rival-rival teratas saya. Saya sangat beruntung mendapat dukungan seperti itu dan ini pasti akan melengkapi persiapan saya dengan sangat baik sebelum Tokyo," kata Liek Hou.

Selain dukungan pemerintah, Ia juga mendapat kesempatan ketika dia mendapatkan dua sponsor pribadi dari Woodpeckers Group (Llao Llao Malaysia) dan Bizlink Property Group.

“Ini awal yang bagus untuk tahun ini bagi saya. Saya sangat bersyukur memiliki dua perusahaan yang bergabung untuk mendukung impian Paralimpiade saya dan seterusnya,” kata Liek Hou, yang juga memiliki Apacs sebagai sponsor peralatan.

“Dengan tambahan uang, saya akan bisa menggunakannya untuk turnamen lain yang tidak didanai oleh pemerintah. Saya harus keluar bersaing untuk mempertahankan posisi peringkat saya."

“Selain Paralimpiade, saya juga mengincar kemenangan di Kejuaraan Dunia (juga di Tokyo, 25-31 Oktober) dan Asean Para Games (di Hanoi, 17-23 Desember). Juga, Sirkuit Bulu Tangkis Dunia BWF, mirip dengan BWF World Tour, akan dimulai tahun depan. Saya membutuhkan semua bantuan keuangan yang bisa saya dapatkan," tegasnya.

Artikel Tag: Cheah Liek Hou, paralimpiade, Dubai Para Badminton 2021

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/liek-hou-tak-sabar-hadapi-rival-berat-indonesia-di-dubai-para-badminton
829  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini