Komentar Pelatih Usai Praveen/Melati Jadi Juara All England 2020

Penulis: Viggo Tristan
Selasa 17 Mar 2020, 00:38 WIB
Komentar Pelatih Usai Praveen/Melati Jadi Juara All England 2020

Latihan keras dan persiapan panjang Praveen/Melati telah membuahkan hasil manis di All England 2020. (Gambar: Suara Karya)

Berita Badminton Indonesia : Pelatih ganda campuran Indonesia yaitu Nova Widianto angkat bicara soal keberhasilan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dalam memenangi gelar All England 2020. Bagi Nova, para pemainnya telah melakukan persiapan yang panjang dan berhasil diterapkan dengan baik pada pertandingan sesungguhnya.

Dalam laga final, Praveen/Melati bertemu dengan pasangan Thailand yang menempati peringkat ketiga dunia yaitu Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Pertandingan memang berjalan seru dan menarik hingga berlanjut menuju rubber game. Beruntung, Praveen/Melati mampu menunjukkan mentalitas seorang juara pada set pamungkas. Permainan rapih mereka membuat sang lawan bertekuk lutut.

Menanggapi kemenangan impresif Praveen/Melati, Nova tentu merasa begitu senang dan bangga. Ia merasa jika persiapan jauh-jauh hari yang dilakukan pemainnya itu tidak terbuang sia-sia. Semua latihan dan kerja keras mampu diterapkan dengan baik dan membuahkan mereka salah satu trofi turnamen paling bersejarah dalam dunia bulutangkis internasional.

“Persiapan mereka kali ini memang panjang. Kami juga evaluasi kemarin kelemahan mereka, kelebihan mereka. Kami sudah lihat kalau Praveen ada masalah di nonteknis, sementara Meli (Melati) dari segi pertahanannya. Dan di sini hampir kelemahan mereka tidak kelihatan. Praveen bisa fokus, kalau salah bisa tetap fokus. Meli juga pertahanannya bagus, enggak gampang mati,” ucap Nova.

“Untuk final tadi, saya enggak takut soal pola mainnya, tapi lebih mentalnya, faktor psikologisnya. Terutama Meli, dia sering tegang kalau main di partai final. Apalagi ini All England. Tapi ternyata di luar dugaan, malah Meli yang luar biasa, dari babak awal hingga saat ini. Cuma memang sempat ada keganggu sebentar karena servisnya banyak di-fault. Tapi di game ketiga, mereka bisa bangkit lagi,” tutup pria yang dulunya juga pernah bermain secara profesional tersebut.

Artikel Tag: badminton, All England 2020, Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti

5157  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini