Jangan Salahkan Negara Asia Setelah Tertundanya Piala Thomas Uber

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 24 Sep 2020, 23:00 WIB
Jangan Salahkan Negara Asia Setelah Tertundanya Piala Thomas Uber

Anders Antonsen/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Federasi Badminton Asia membantah keras bahwa negara-negara Asia menyebabkan penundaan kejuaraan Piala Thomas Uber yang dijadwalkan digelar di Aarhus, Denmark, dari 3-11 Oktober.

Kepala operasional mereka, Saw Chit Boon, mengatakan adalah keliru untuk menyarankan bahwa negara-negara bulu tangkis top Asia harus bertanggung jawab atas "kekacauan" tersebut.

Chit Boon juga menekankan bahwa pengunduran diri Indonesia, Korea Selatan dan Thailand dari kejuaraan tidak harus dinilai dalam konteks “orang Asia melawan orang Eropa”.

“Saya pikir itu adalah hak dan hak prerogatif setiap negara peserta untuk memutuskan apakah mereka ingin bepergian untuk bermain atau tidak," kata Chit Boon.

“Banyak hal yang harus diperhatikan karena setiap negara memberlakukan SOP (standar prosedur operasional), aturan dan ketentuan yang berbeda bagi warganya yang bepergian ke luar negeri."

“Hal terpenting di sini adalah bagaimana kita sebagai manusia dari seluruh dunia, memainkan peran kita untuk memerangi pandemi Covid-19,” ungkap Chit Boon.

“Jadi saya tidak berpikir ini tentang negara-negara Asia yang menarik diri hanya untuk mempersulit hidup semua orang. Klaim tersebut muncul karena Denmark kebetulan menjadi tuan rumah. Akankah hal yang sama dikatakan jika sebuah negara Asia menjadi tuan rumah acara tersebut," tambah Chit Boon.

Setelah kejuaraan ditunda untuk ketiga kalinya dari tanggal semula di bulan Mei, beberapa terlihat jelas kesal dan turun ke media sosial untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka akibat gagalnya Piala Thomas Uber.

Pemain peringkat 3 dunia asal Denmark, Anders Antonsen termasuk di antara mereka, berkata: “Siapapun yang hadir, hadir. Jika tidak, olahraga itu akan layu dan mati."

Chit Boon berbicara kepada media setelah menyaksikan upacara penandatanganan kemitraan digital antara Badminton Asia dan Sports Innovation and Technology Center (SITC) dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di sebuah hotel di sini kemarin.

UTM akan mengembangkan program berbasis aplikasi untuk Badminton Asia yang mampu merekam performa pebulutangkis dan mengolah datanya menjadi pedoman yang spesifik untuk kebutuhan setiap atlet.

Pedoman ini dapat digunakan oleh atlet dan pelatihnya masing-masing untuk mengembangkan program pelatihan yang lebih solid.

Badminton Asia akan menggunakan aplikasi tersebut untuk membantu meningkatkan kinerja para atlet yang merupakan bagian dari Proyek Olimpiade Asia (AOP).

AOP adalah program yang mendukung atlet berbakat dari negara berkembang untuk meningkatkan performa dan lolos ke Olimpiade.

Aplikasi ini juga akan tersedia untuk Asosiasi Anggota (MA) lain yang merupakan bagian dari Badminton Asia. Kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan ilmu keolahragaan dalam meningkatkan pemain bulutangkis di seluruh Asia. Kabar bagus ini tertutupi ramenya maslah gagalnya Piala Thomas Uber tahun ini.

Artikel Tag: Asia, Thomas, Uber, Denmark

938  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini