Hendra/Ahsan Dipaksa Rubber Game di Babak Pertama Fuzhou China Open 2018

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 08 Nov 2018, 11:00 WIB
Hendra/Ahsan Dipaksa Rubber Game di Babak Pertama Fuzhou China Open 2018

Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Pasangan senior ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses menggenggam tiket babak kedua turnamen Fuzhou China Open 2018 World Tour Super 750 yang berhadiah total USD 700.000 atau berkisar 10,5 miliar rupiah dengan menundukkan pasangan muda China, Huang Kaixiang/Wang Zekang.

Meskipun menang, raihan tiket babak kedua tak diraih Ahsan/Hendra dengan mudah karena harus bertarung hingga rubber game dengan skor 17-21, 21-15 dan 21-19.

Ahsan/Hendra cukup kesulitan di awal game pertama dengan permainan cepat yang dilakukan oleh Huang/Wang yang tampil percaya diri mendapatkan dukungan penuh dari publik Fuzhou yang memadati Haixia Olympic Sports Center hingga berhasil memimpin cukup jauh di interval dengan 5-11. Meskipun pada akhirnya Ahsan/Hendra mampu mendekat, namun Huang/Wang kembali menjauh dan menutup game pertama dengan 17-21.

Memasuki game kedua Ahsan/Hendra mengubah pola permainan dengan bermain lebih sabar dan tak terpancing oleh permainan Huang/Wang yang cenderung cepat. Perlahan namun pasti, Ahsan/Hendra terus melaju meninggalkan perolehan poin hingga menutup game kedua dengan nyaman dan memaksakan dilakukan game penentu.

Game ketiga kembali ketat antar kedua pasangan untuk keunggulan Huang/Wang di interval dengan 10-11.

Selepas restart Ahsan/Hendra terlihat mengendurkan serangan dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Huang/Wang untuk terus memimpin hingga 16-19. Dalam momen ini Ahsan/Hendra mampu menunjukan kematangannya sebagai mantan pasangan terbaik dunia. Lima angka beruntun mampu diraih oleh juara Singapore Open 2018 itu untuk merebut game ketiga dengan 21-19 dan meraih tiket babak kedua Fuzhou China Open 2018.

"Intinya jangan menyerah dulu, usaha terus dapat satu demi satu poin. Selain itu, coba main di pola kami sendiri, jangan terbawa pola main mereka, diatur polanya," kata Hendra.

"Di game pertama mau ajak main cepat-cepatan, dan kami memang kalah cepat dari mereka. Kami ubah tempo mainnya di game kedua dan ketiga. Waktu kalah di game kedua, mereka lebih siap di game ketiga, tapi di akhir-akhir kami lebih tenang," jelas Ahsan.

Artikel Tag: mohammad ahsan, hendra setiawan, Fuzhou China Open 2018

1813