Gopichand Ingin BWF Lakukan Sesuatu yang Radikal untuk Memulai Kompetisi Bulu Tangkis

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 12 Mei 2020, 00:30 WIB
Gopichand Ingin BWF Lakukan Sesuatu yang Radikal untuk Memulai Kompetisi Bulu Tangkis

Pullela Gopichand/[Foto:Times of India]

Berita Badminton: Pelatih kepala Federasi Badminton India (BAI), Pullela Gopichand, ingin BWF datang dengan solusi "radikal" untuk memulai kembali kompetisi dengan lancar pasca mewabahnya COVID-19, menunjukkan bahwa melakukan lebih banyak turnamen di satu tempat dapat menjadi jalan ke depan.

Wabah pandemi coronavirus, yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 4,1 juta orang dan menyebabkan sedikitnya 280 ribu kematian di seluruh dunia, memaksa Federasi Badminton Dunia (BWF) untuk menangguhkan semua turnamen, termasuk kualifikasi Olimpiade, sampai akhir Juli.

"BWF harus berbicara dengan petugas kesehatan dan merevisi formatnya sendiri, struktur turnamen itu sendiri dan melakukan apa pun yang diperlukan," kata Gopichand, sebagaimana dikutip dari Times of India.

"Pandangan saya adalah jika sesuatu yang radikal perlu dilakukan, maka mari kita lakukan dan mari kita teruskan dengan olahraga," ungkapnya.

Dalam upaya untuk menyelamatkan turnamen internasional, badan dunia juga telah menunda kejuaraan penting seperti Piala Thomas dan Uber (3-11 Oktober), selain meminta slot baru dari masing-masing negara, termasuk India, untuk melakukan kualifikasi Olimpiade yang ditangguhkan.

“Kekhawatiran saya adalah Anda mencoba untuk mengubah tanggal, mungkin perlu ada perubahan dalam pemikiran. Jika hal yang sama terus berlanjut, dan seluruh rombongan bepergian lagi ke berbagai negara maka itu lagi akan mempertaruhkan nyawa para pemain,” kata Gopichand.

Para pemain melakukan perjalanan hampir setiap minggu ke turnamen baru selama musim bulu tangkis berlangsung sebelum pandemi.

“Saya akan mengatakan, perencanaan turnamen harus sedemikian rupa sehingga pemain dapat benar-benar tinggal di satu tempat dan memainkan lebih banyak turnamen. Itu bisa menjadi normal berikutnya,” katanya.

Ada spekulasi bahwa olahraga tersebut pada awalnya mungkin kembali tanpa penonton setelah krisis kesehatan global.

Gopichand percaya satu cara untuk menyelesaikan masalah adalah dengan memisahkan para pemain berdasarkan format masing-masing yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda campuran kemudian melakukan turnamen di tiga negara yang berbeda secara bersamaan.

“Jika tidak ada penonton, dan itu adalah olahraga TV dan internet, lalu bagaimana bedanya jika Anda melakukannya di tiga tempat yang berbeda, hanya mengunci para pemain di satu tempat selama tiga minggu."

"Alih-alih melakukan turnamen katakanlah Indonesia, Malaysia dan Singapura di tiga tempat berbeda, lakukan di satu tempat," katanya.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura dijadwalkan menjadi tuan rumah tiga kualifikasi penting Olimpiade bersama dengan India sebelum semua turnamen harus ditangguhkan.

Sementara negara India di-lockdown hingga 17 Mei untuk memutus rantai penyebaran penyakit mematikan itu, Kementerian Olahraga sedang merencanakan sebuah rencana untuk melanjutkan kembali kamp-kamp nasional secara bertahap bagi para atlet yang terikat Olimpiade pada akhir bulan ini.

Artikel Tag: BWF, Pullela Gopichand, Pandemi Covid-19, PV Sindhu

916  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini