Flandy Limpele Tularkan Pengalaman Olimpiade Kepada Para Pemain Malaysia

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 23 Sep 2020, 13:20 WIB
Flandy Limpele Tularkan Pengalaman Olimpiade Kepada Para Pemain

Flandy Limpele/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Selama masa bermainnya, pelatih kepala ganda putra tim nasional Malaysia asal Indonesia, Flandy Limpele dapat membanggakan rekam jejak yang bagus melawan para rivalnya di negara ini.

Pelatih Indonesia berusia 46 tahun, yang membentuk kemitraan No.1 dunia dengan Eng Hian pada awal 2000-an, secara konsisten mengalahkan pasangan top Malaysia seperti Choong Tan Fook/Lee Wan Wah dan Chan Chong Ming/Chew Choon Eng.

Namun, Flandy mengakui hal itu juga karena terlalu percaya diri sehingga mereka harus membayar mahal.

Flandy mengungkapkan dia masih ingat dengan jelas bagaimana dia dan Eng Hian dibawa turun ke bumi oleh Tan Fook/Wan Wah di Olimpiade Sydney 2000.

Flandy/Eng Hian pergi ke Olimpiade sebagai unggulan ketiga dan salah satu pasangan yang ingin merebut medali emas. Tapi Flandy/Eng Hian disingkirkan oleh unggulan kelima, Tan Fook/Wan Wah di babak delapan besar saat kalah 10-15 dan 9-15 untuk pertama kalinya dalam lima pertemuan.

“Saya kira tidak ada pasangan Malaysia, Eng Hian dan saya belum pernah kalah saat itu,” kenang Flandy.

“Kami telah bermain melawan orang-orang seperti Tan Fook, Wan Wah, Chong Ming, Choon Eng hingga (Koo) Kien Keat. Kami memiliki rekor yang cukup solid melawan mereka."

“Rekan kami yang kami anggap sebagai lawan serius kami, bukan Malaysia. Tapi kami tidak meramalkan kekalahan tak terlupakan dari Tan Fook/Wan Wah di Olimpiade Sydney," ungkapnya.

“Kami sangat yakin untuk melanjutkan rekor tak terkalahkan kami melawan mereka, tapi itu menjadi bumerang bagi kami."

“Kami membayar harga telah meremehkan mereka. Bisa juga karena tekanan luar biasa untuk memenangkan emas, yang memiliki peluang bagus untuk kami lakukan, berdasarkan performa kami tahun itu," tambah Flandy.

Flandy/Eng Hian menebus kesalahan empat tahun kemudian di Olimpiade Athena dengan merebut medali perunggu.

Sementara itu, Flandy Limpele mengaku sudah beradaptasi dengan baik sejak bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Juli lalu.

“Sejauh ini bagus. Keluarga saya juga sudah pindah ke sini,” katanya.

Flandy Limpele menyadari ekspektasi yang tinggi dari fans Malaysia. Mereka berharap dia bisa menghasilkan sihir yang sama dengan rekan senegaranya, Rexy Mainaky.

Di bawah asuhan Rexy, Kien Keat dan Tan Boon Heong telah memenangkan medali emas Asian Games Doha 2006 dan All England 2007 sebelum kemudian menjadi peringkat 1 dunia.

“Untuk saat ini, saya belum menentukan target. Tidak ada turnamen sekarang karena pandemi Covid-19, jadi akan sangat sulit untuk mengukur performa para pemain," kata Flandy.

“Saya hanya bisa terus bekerja keras untuk mengembangkan para pemain agar siap saat turnamen kembali," tegas Flandy.

Artikel Tag: Flandy Limpele, eng hian, olimpiade, Malaysia

663  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini