banner babe

Dua Gelar Juara Praveen/Melati Menumbuhkan Optimisme

Penulis: Yusuf Efendi
Jumat 01 Nov 2019, 15:30 WIB
Dua Gelar Juara Praveen/Melati Menumbuhkan Optimisme

Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Keberhasilan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi jawara di tur Eropa (Denmark Open dan French Open 2019) tentunya disambut gembira oleh sebagian besar penghuni Pelatnas Cipayung, tak terkecuali para pelatih dan juga pengurus PBSI.

Bagaimana tidak, sejak pemain legendaris, Liliyana Natsir memutuskan pensiun pada awal 2018 lalu, ganda campuran belum sekalipun meraih gelar World Tour atau setingkat Super Series sampai Praveen/Melati meraihnya pada pekan lalu di Odense dan Paris.

Keberhasilan ini tentunya bak angin segar bagi sektor ganda campuran menyongsong kejuaraan akbar di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang yang semakin dekat. Apalagi ganda campuran merupakan juara bertahan yang tentunya para pemain bertekad untuk bisa menyamai prestasi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tiga tahun lalu di Rio De Janeiro, Brazil.

"Ini tentu sebagai harapan dan angin segar untuk ganda campuran. Bahwa sudah waktunya tongkat estafet dari Owi/Butet sudah mereka bisa pikul," kata Richard Mainaky, pelatih kepala ganda campuran PP PBSI.

"Sudah mulai terbukti dan besar banget artinya (bagi kami)," dia menegaskan.

Richard menambahkan bahwa Ia berharap Praveen/Melati bisa melanjutkan konsistensi mereka karena masih tersisa tiga turnamen lagi hingga akhir musim yakni Suzhou China Open Super 750, Hong Kong Open Super 500 dan juga BWF World Tour Finals pada pertengahan Desember mendatang.

"Saya pulangkan ke diri mereka masing-masing. Tetapi, setelah Praveen bilang kelihatan bicaranya agak lain, malah dia sempat tanya kepada Melati, 'Bagaimana Mel apa rasanya setelah juara? Enak kan?' Nah, ini artinya sudah satu sinyal bahwa Praveen sadar dan lebih dewasa," ujarnya.

Praveen/Melati akan melanjutkan momentum mereka di turnamen terdekat yang menawarkan hadiah yang cukup besar mencapai USD 700.000 atau berkisar 10 miliar rupiah di Suzhou China Open Super 750 pada pekan depan.

Artikel Tag: Praveen Jordan, olimpiade tokyo 2020, Melati Daeva Oktavianti

875  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini