Atlet Tidak Punya Penghasilan, BWF Didesak Ikut Bantu Dana

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 13 Jul 2020, 13:00 WIB
Atlet Tidak Punya Penghasilan, BWF Didesak Ikut Bantu Dana

Federasi Badminton Dunia/[Foto:AFP]

Berita Badminton : Federasi Badminton Dunia (BWF) tidak melakukan hal yang cukup baik untuk para pemain selama pandemi Covid-19. Demikian kata mantan manajer umum badan dunia, P. Ganga Rao.

"Mereka terus membatalkan turnamen dan itu menurunkan moral para pemain," kata Ganga, yang merasa sudah waktunya bagi BWF untuk berpikir di luar kendali dan membantu pemain menebus kehilangan pendapatan mereka setelah berbulan-bulan tidak aktif.

Lebih banyak turnamen sekarang diharapkan dibatalkan menyusul keputusan China untuk membatalkan semua turnamen internasional di negara itu, termasuk turnamen akhir musim badan dunia, BWF World Tour Finals di Guangzhou pada bulan Desember.

"BWF tidak bisa membiarkan semua orang dalam ketegangan dan terus membatalkan turnamen. Para pemain, terutama yang berperingkat rendah, telah berjuang tanpa pendapatan selama berbulan-bulan," katanya.

"Ini bahkan dapat berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan. Masih ada banyak ketidakpastian. Beberapa negara masih belum membuka perbatasan mereka dan tidak ada jaminan semua pemain dapat bersaing. Jika hanya negara-negara terpilih yang ikut, itu akan merendahkan turnamen," Ganga menambahkan.

Ganga berharap BWF akan keluar dengan rencana segera untuk mendukung para pemain dan meniru federasi internasional lainnya.

Tenis, misalnya, memastikan bahwa bahkan pemain dengan peringkat antara 250-700 dikompensasi dengan dana dari badan pengatur.

"Banyak organisasi terkemuka telah menggulirkan dana bantuan untuk para pemain dan asosiasi. BWF mendapati rekening mereka yang sangat besar tetapi belum membuat pengumuman tentang membantu pemain," lanjut Ganga.

"Mereka harus membantu para pemain. Lagi pula, mereka menghasilkan uang melalui para pemain ini, melalui hak televisi dan pendapatan dari sponsor."

"Mereka harus melihat pada distribusi dana untuk membantu negara-negara anggota mengatur turnamen lokal," jelas Ganga.

Ganga memuji Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) karena menyelenggarakan Home Turnamen minggu lalu di mana Anthony Ginting menjadi juara tunggal putra.

"BWF dapat membantu mendanai turnamen domestik, terutama di negara-negara yang berperingkat lebih rendah. Alih-alih pemain meninggalkan negara mereka, mereka dapat bermain di dalam dan masih menghasilkan uang," katanya.

"Federasi lain telah mengeluarkan rencana inovatif untuk para pemain. Wimbledon dibatalkan tetapi masih ada hadiah uang dibayarkan kepada pemain. Itulah cara Anda menjaga pemain Anda selama masa-masa sulit," tegas Ganga.

Artikel Tag: BWF, World Tour Finals, Pandemi Covid-19

361  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini