Atlet Legendaris Ini Tuntut Malaysia Supaya Adil dalam Pemilihan Skuad Piala Thomas

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 13 Mei 2020, 21:50 WIB
Atlet Legendaris Ini Tuntut Malaysia Supaya Adil dalam Pemilihan Skuad Piala Thomas

Rashid Sidek/[Foto:NST]

Berita Badminton: Legenda bulu tangkis Malaysia, Rashid Sidek, percaya bahwa perlombaan terbuka adalah cara terbaik bagi BAM untuk memiliki tim tangguh untuk kejuaraan Piala Thomas dan Uber tahun ini.

Rashid, yang memenangkan Piala Thomas pada tahun 1992 sebagai tunggal pertama Malaysia, merasa bahwa uji coba terbuka akan adil bagi pemain nasional dan profesional. Mereka belum bermain di turnamen atau berlatih di lapangan selama dua bulan terakhir karena pandemi Covid-19.

"Idealnya, Anda ingin memilih pemain terbaik berdasarkan peringkat dunia mereka, tetapi bagaimana kami membenarkan bahwa ketika pemain belum bermain atau berlatih di lapangan selama dua bulan terakhir?

"Saya percaya cara terbaik untuk memasang pasukan terkuat dan bersikap adil pada saat yang sama, adalah dengan memiliki uji coba seleksi terbuka," kata Rashid, dikutip dari NST.

Sejak Perintah Kontrol Gerakan (Lockdown) diumumkan oleh pemerintah pada bulan Maret, semua pemain tim nasional telah dikirim kembali ke rumah masing-masing.

Namun, BAM meminta persetujuan dari Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional untuk mengizinkan para pemain mereka melanjutkan pelatihan di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) di Bukit Kiara sebelum 1 Juni.

Dalam pernyataan pers pekan lalu, BAM mengatakan bahwa mereka akan membuka pintu mereka untuk pemain profesional yang dianggap memenuhi syarat untuk Piala Thomas dan Uber pada 3-11 Oktober di Aarhus, Denmark, serta bagi mereka yang memiliki kesempatan untuk lolos ke Olimpiade Tokyo tahun depan.

Sambil memuji langkah itu, Rashid, yang keluar dari badan nasional pada 2015, mengatakan ia berharap setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk mewakili negara.

"Saya mengerti bahwa BAM ingin melanjutkan pelatihan pada 1 Juni, dan mengizinkan pemain yang mempunyai peluang untuk Piala Thomas dan Uber, untuk memulai pelatihan pada 15 Juni," katanya.

"Mungkin, mereka seharusnya sudah mulai mengizinkan pemain, yang kemungkinan akan melakukan perjalanan, bergabung kemudian. Pelatih kemudian dapat mulai menilai mereka dan tidak menunggu sampai menit terakhir," ungkap Rashid.

"Anda harus mempertimbangkan fakta bahwa para pemain di luar (profesional) masih tidak diizinkan untuk berlatih di lapangan, bahkan jika pemain BAM dapat mulai pada bulan Juni. Saya melihat ini sebagai cara terbaik dan paling adil untuk memilih pemain," tambah Rashid.

Pada Minggu (10/5), dua mantan pemain tunggal putra tim nasional, Daren Liew dan Soong Joo Ven menyatakan keinginan mereka untuk menjadi bagian dari skuad Piala Thomas. Mereka juga menginginkan proses seleksi yang adil bagi semua atlet.

Artikel Tag: rashid sidek, Daren Liew, Soong Joo Ven, Piala Thomas 2020

659  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini