Apakah Shi Yuqi Layak DIsebut Sebagai Saingan Berat Kento Momota?

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 02 Jan 2020, 15:00 WIB
Apakah Shi Yuqi Layak DIsebut Sebagai Saingan Berat Kento Momota?

Shi Yuqi-Kento Momota/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Dengan 11 gelar yang menakjubkan pada musim lalu, pemain nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota tampaknya menjadi favorit untuk perebutan medali emas Olimpiade Tokyo di depan para penggemarnya dirumah.

Namun, pelatih tunggal putra tim nasional Jepang, Yosuke Nakanishi, tidak berpikir bahwa emas tunggal putra Olimpiade bisa dengan mudah diraih Momota. Sang pelatih melihat Shi Yuqi asal China sebagai saingan terbesar Momota dan seseorang yang akan menghalangi Momota menjadi juara Olimpiade dalam debutnya.

Yuqi yang kini berusia 23 tahun telah berjuang sejak kembali dari cedera pergelangan kaki pada September lalu, tetapi Nakanishi percaya bintang China itu sama baiknya dengan Momota, ketika dalam performa terbaik.

"Pesaing terbesar Momota adalah Shi Yuqi. Tidak ada banyak perbedaan dalam kekuatan dan kemampuan di antara mereka," kata Nakanishi.

Nakanishi menambahkan bahwa dia lebih khawatir tentang Momota karena harus menghadapi harapan yang tinggi bermain di negara asalnya.

"Penting untuk menghindari tekanan terlalu banyak pada Momota," katanya.

Menyimpulkan apa yang menjadi musim 2019 yang menakjubkan, Nakanishi mengatakan bahwa Momota meraih musim yang sangat baik.

"Itu adalah tahun yang sangat baik untuk Momota dan dia memenangkan Kejuaraan Dunia untuk tahun kedua berturut-turut," katanya.

Pada Kejuaraan dunia di Basel bulan Agustus lalu, performa Momota yang mengkilap membuatnya meraih enam enam pertandingan tanpa kehilangan satu pun game permainan.

Dalam delapan dari 12 pertandingan yang dimenangkannya, Momota tidak membiarkan lawan-lawannya mengumpulkan lebih dari 10 poin. Di final, Momota menghancurkan Anders Antonsen asal Denmark dengan kemenangan 21-9 dan 21-3.

Nakanishi menunjukkan bahwa penampilan impresif Momota selama Kejuaraan Dunia disorot oleh permainan ofensif yang kuat.

"Di Basel, dia banyak menyerang dan banyak sekali melakukan smas keras" kata Nakanishi.

“Itu sangat berbeda ketika dia memenangkan gelar juara dunia pertamanya pada tahun 2018. Kemudian, dia banyak mengandalkan pertahanan untuk memenangkan pertandingan."

"Sekarang, dia menyadari bahwa menyerang adalah pertahanan terbaik," pungkasnya.

Momota akan berada di Kuala Lumpur minggu depan untuk tampil di turnamen pembuka World Tour di Malaysia Masters 2020 yang akan dimulai pada hari Selasa (7/1).

Artikel Tag: kento momota, Shi Yuqi, olimpiade tokyo 2020

2252  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini