Anthony Ginting Puji Permainan Kunlavut Vitidsarn

Penulis: Yusuf Efendi
Jumat 15 Jan 2021, 06:15 WIB
Anthony Ginting Puji Permainan Kunlavut Vitidsarn

Anthony Ginting/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Kunlavut Vitidsarn dianggap sebagai salah satu prospek muda paling cemerlang di tunggal putra, dan hari ini ia mendapat penghargaan dari pemain peringkat 6 dunia, Anthony Ginting setelah pertandingan putaran kedua mereka di YONEX Thailand Open .

Anthony Ginting menjadi pemenang dengan dua game 21-16 dan 21-19, tetapi lawannya yang berusia 19 tahun tetap bersamanya sepanjang pertandingan, dan bahkan memiliki peluang untuk memaksakan permainan game ketiga.

Namun, pemain andalan Indonesia itu pulih dari ketertinggalan 14-17 di game kedua dan tampak cukup senang dengan dirinya sendiri. Dia juga yakin bahwa Kunlavut Vitidsarn akan menjadi salah satu pemain elit dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Untuk usianya, dia punya kualitas. Saya baru saja menghadapinya hari ini untuk pertama kalinya dan saya bisa merasakan betapa baiknya dia. Dia memiliki teknik yang bagus. Itu sulit bagi saya di game kedua, dia memiliki keunggulan beberapa poin. Saya menang dari pengalaman," kata Ginting.

Kunlavut Vitidsarn membuat gebrakan di sirkuit junior, menjadi pemain tunggal putra pertama yang memenangkan tiga gelar Dejuaraan Dunia Junior berturut-turut.

Transisinya ke tingkat senior berjalan sangat cepat. Di musim 2020 yang terpotong, ia mencapai final Barcelona Spain Masters dan semifinal Princess Sirivannavari Thailand Masters.

Dalam karir singkatnya, dia telah berhadapan dengan sebagian besar pemain top, termasuk Kento Momota, Viktor Axelsen dan Lin Dan. Vitidsarn berkata bahwa dia fokus pada kebutuhan untuk terus belajar.

“Saya tidak harus berpikir terlalu banyak. Saya baru saja keluar dari junior, saya ingin belajar dari para pemain top. Saya ingin menjadi lebih cepat dan belajar mengontrol kok dan memenangkan lebih banyak poin dengan smash," katanya.

"Saya ingin belajar selama dua-tiga tahun ke depan, dan perlahan-lahan maju dari putaran pertama, kedua ke semifinal."

Dengan semua perhatian tertuju padanya di Thailand, apakah dia merasakan tekanan?

“Tidak ada tekanan, karena semua orang tahu saya yang termuda di tim. Dan saya berharap saya akan menjadi lebih baik tahun depan daripada saya sekarang," Kunlavut menjelaskan.

Adapun Anthony Ginting, yang berhasil melakukan transisi dari junior ke level elit beberapa tahun lalu, keinginan untuk terus berkembang tak terkalahkan.

“Saya siap untuk Asian Leg ini. Kami sembilan atau sepuluh bulan tanpa turnamen jadi saya bisa berlatih sangat keras dan mempersiapkan diri dengan baik, dan saya bisa memperbaiki kelemahan saya. Saya bisa melatih sisi fisik saya, jadi saya bisa memperkuat keahlian khusus saya," tegas juara Indonesia Masters 2020 itu.

Artikel Tag: anthony ginting, Kunlavut Vitidsarn, Thailand Open

704  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini