Kanal

Rexy Mainaky Tekankan Para Pemain Tak Boleh Eksis di Media Sosial

Penulis: Yusuf Efendi
02 Nov 2022, 14:30 WIB

Rexy Mainaky/[Foto:NST]

Berita Badminton : Mengikuti keberhasilan Pearly Tan / M Thinaah dalam sejarah French Open, kepala pelatih sektor ganda BA dari Malaysia (BAM) Rexy Mainaky telah mengingatkan para pemain bulu tangkis bahwa media sosial dapat menjadi alat yang sangat merusak jika tidak digunakan dengan bijak.

Sambil memuji pasangan ganda putri peringkat 10 dunia yang meraih gelar Super 750 perdananya pada hari Minggu, Rexy menekankan bahwa media sosial di zaman sekarang ini dapat membuat atau menghancurkan seorang pemain.

Khawatir terulangnya apa yang terjadi pada pemain sebelumnya, Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, Rexy Mainaky berkata: "Media sosial bisa menjadi alat yang sangat berbahaya. Overhyping dan menempatkan harapan yang tinggi dapat membuat pemain di bawah banyak stres.”

“Pemain harus memperhatikan apa yang mereka posting di Instagram, Facebook, atau bahkan akun TikTok mereka. Jika mereka ingin dunia tahu segalanya, maka mereka harus siap untuk bertanggung jawab.”

"Saya ingat betul apa yang terjadi pada Kien Keat-Boon Heong, ketika saya pertama kali merawat mereka. Saya ingin menjadikan mereka pemukul dunia. Namun, karena gangguan eksternal, mereka akhirnya hancur,” ungkapnya.

“Saya tidak ingin itu terjadi lagi. Para pemain dan pelatih sudah tahu apa yang diharapkan dari mereka. Kami tidak membutuhkan lebih banyak orang untuk menambah stres. Biarkan para pemain ini tumbuh mengikuti arus."

Dalam laporan Timesport baru-baru ini, Kien Keat, peraih medali emas Asian Games, berbagi sentimen serupa ketika dia mendesak para pengemar bulu tangkis untuk memberi Pearly-Thinaah ruang untuk tumbuh.

Sementara itu, Rexy Mainaky mengakui masih ada celah besar yang harus dijembatani sebelum pebulu tangkis putri lainnya bisa mendekati Pearly-Thinaah.

"Saya ingin jujur. Pearly-Thinaah berada di tempat mereka hari ini karena kerja keras dan keinginan mereka. Sikap mereka terhadap pelatihan dan bagaimana mereka mendorong diri mereka sendiri adalah sesuatu yang perlu diadopsi oleh orang lain jika mereka ingin mencapai kesuksesan yang sama,” katanya.

"Orang-orang ingin tahu siapa yang berikutnya, atau berapa lama sebelum kita melihat Pearly-Thinaah berikutnya. Yah, tidak dalam waktu dekat. Kecuali mereka dapat memiliki semangat yang sama dengan kedua pemain ini, itu tidak akan mungkin terjadi.”

“Skill bisa kita asah, taktik bisa kita tingkatkan, tapi dengan menanamkan keinginan dan semangat itu, para pemain perlu menemukan diri mereka sendiri,” tambah Rexy.

Pada hari Minggu, Pearly-Thinaah menorehkan nama mereka ke dalam buku sejarah ketika mereka menjadi ganda putri Malaysia pertama yang memenangkan gelar French Open sejak dimulainya turnamen pada tahun 1908.

Artikel Tag: rexy mainaky, Pearly Tan, M Thinaah

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru