Kanal

Menurut Toni Nadal, Melempar Raket Bukan Pilihan Bagi Rafael Nadal

Penulis: Dian Megane
16 Sep 2021, 22:53 WIB

Rafael Nadal ketika terakhir kali berkompetisi pada musim 2021 di Washington

Berita Tenis: Toni Nadal memperkenalkan tenis kepada keponakannya, Rafael Nadal ketika ia masih berusia 3 atau 4 tahun, termasuk mengajarkannya untuk bersikap secara tepat di lapangan dan selalu mengerahkan kemampuan terbaik dari dirinya.

Setelah setiap kesuksesan, Toni akan memperlihatkan daftar juara-juara sebelumnya dari satu turnamen dan menjelaskan kepada petenis berkebangsaan Spanyol bahwa banyak dari mereka yang sudah tidak berkiprah lagi di dunia tenis, karena mereka tidak bekerja cukup keras atau tidak mendapatkan peluang.

Mengerahkan 120 persen dari dirinya di setiap pertandingan terlepas siapapun lawannya, mantan petenis peringkat 1 udnia menjadi petenis profesional ketika berusia 15 tahun dan memasuki peringkat 200 besar pada akhir musim 2003.

Pada musim 2004, petenis berkebangsaan Spanyol yang masih muda menaklukkan petenis peringkat 1 dunia, Roger Federer di Miami dan mengklaim gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Sopot sebelum memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya pada Juni 2005 di French Open.

Seperti yang penikmat tenis telah ketahui, hampir di sepanjang kariernya adalah sejarah luar biasa dan ia menonjol di antara petenis terbaik dengan mengantongi 20 gelar Grand Slam dan 36 gelar Masters 1000.

Selama bermusim-musim, Nadal telah melalui serangkaian pertarungan epik melawan Roger Federer, Novak Djokovic, dan setiap lawan lain yang menghuni peringkat lebih tinggi. Ia juga menelan kekalahan pahit dan menikmati kemenangan brilian dengan tidak pernah melupakan ajaran pertama paman yang sekaligus menjadi pelatihnya dalam waktu yang cukup lama.

Petenis yang telah mengantongi 13 gelar French Open belum pernah melemparkan atau menghancurkan raket meskipun ia telah menghabiskan tiga dekade di lapangan, setelah ia mempelajari bagaimana menyalurkan rasa frustasi dan mengubahnya menjadi kekuatan.

Toni terus melatih petenis berkebangsaan Spanyol sampai akhir musim 2017, memenangkan gelar Grand Slam terakhir bersama keponakannya di French Open, dan pulang ke Mallorca untuk mengurus akademi tenis miliki keponakannya.

Menginjak usia 35 tahun, Nadal masih berada di antara petenis terbaik dunia. Meskipun ia gagal mengamankan satu pun gelar Grand Slam pada musim ini dan hanya melakoni beberapa turnamen serta melewatkan sisa musim ini akibat cedera, ia masih menghuni peringkat 10 besar.

“Rafa pada akhirnya terbiasa dengan filosofi tenis saya, dengan asumsi permintaan sangat tinggi yang saya berikan kepadanya. Ketika ia masih anak-anak dan kami berlatih, pertama-tama saya memintanya untuk tersenyum dan bersikap positif. Ia tidak pernah melempar raket karena hal itu akan membuat frustasi menguasainya,” jelas Toni.

“Saya terganggu dengan keluhan dan frustasi, mempertimbangkan hal itu dimulai dari perasaan pribadi yang terlalu berlebihan atau meyakini bahwa anda tidak bisa gagal. Saya melakukan yang terbaik untuk memperbaiki pendekatannya.”

Artikel Tag: Tenis, Rafael Nadal

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru