Kanal

Francesco Bagnaia Sadar Bikin Banyak Kesalahan di Paruh Pertama

Penulis: Abdi Ardiansyah
03 Jul 2022, 06:30 WIB

Francesco Bagnaia

Berita MotoGP: Akibat kurang nyaman dengan motor Ducati Desmosedici GP22, Francesco Bagnaia beberapa kali mengalami kecelakaan sejak awal hingga paruh musim 2022.

Setelah melakoni total 11 seri balapan di MotoGP 2022, Francesco Bagnaia sudah empat kali gagal membawa pulang poin. Rider tim pabrikan Ducati itu hanya mencetak tiga podium yang semuanya adalah kemenangan.

Perubahan yang dilakukan oleh timnya pada awal musim menjadi penyebab ia sulit menemukan ritme balap terbaiknya. Padahal saat tes pramusim, Bagnaia mampu menunjukkan kinerja memuaskan dengan mesin 2022. Tapi menjelang kejuaraan dimulai, Ducati mengubahnya dengan mesin hybrid 2022, yang kabarnya berbasis dari motor tahun lalu.

Namun saat ini Francesco Bagnaia sudah mulai nyaman dengan kuda besi Desmosedici GP22 andalannya. Tetapi karena kesulitan mengelola tekanan, murid Valentino Rossi itu kerap melakukan kesalahan sehingga terpaksa mengakhiri balapan dengan penuh kekecewaan.

“Saya telah mengalami empat kali kecelakaan tahun ini,” kata Bagnaia dikutip dari Motorsport.com.

“Pertama di Qatar, saya berusaha untuk mendorong semaksimal mungkin karena saya sangat jauh dari catatan waktu lap tercepat,” imbuhnya.

“Lalu, pada dua kecelakaan berikutnya saya menekankan kepada diri saya untuk tetap tenang.”

“Saya ingin berpikir bahwa saya tidak pernah kehilangan konsentrasi selama balapan, tetapi mungkin gagasan untuk menjadi lebih tenang dan bernapas secara teratur tak membantu saya,” ia melanjutkan.

“Jika Anda melihat rekam jejak saya dan melihat balapan di mana saya start di depan dan menekan lebih awal, saya tidak memiliki masalah seperti itu,” jelas rider berusia 25 tahun itu.

Meski mendapat julukan sebagai pebalap terbaik di kelas premier, tapi Bagnaia tercatat paling sering terjatuh di balapan utama.

Ini berarti ia harus lebih berkonsentrasi dalam situasi ketika tengah berupaya mengejar pebalap lain. Berbeda halnya ketika Bagnaia sedang memimpin balapan sejak awal, di mana biasanya pemuda yang akrab disapa Pecco itu meraih kemenangan.

“Secara khusus saya harus meningkatkan kinerja dalam balapan di mana saya tertinggal 0,6 atau 0,7 detik, untuk lebih fokus dan bekerja lebih keras pada saat itu,” ujarnya.

Jebolan VR46 Academy tersebut ingat perjuangannya di ajang Moto2 ketika mampu merengkuh banyak kemenangan sehingga sukses merebut titel juara.

“Di kelas Moto2, saya memenangi delapan balapan dan itu didapatkan ketika saya berada di depan. Saya mendorong dengan keras,” ucap Bagnaia.

“Saya merasa sangat bagus dalam pertarungan ketika berada di depan, karena jika saya merasa mampu untuk mengejar, maka saya akan melakukannya.”

“Tapi, mungkin saya harus lebih fokus setiap kali melakukan penekanan. Saya memikirkan itu, karena saya benar-benar ingin berkembang dan itu sesuatu yang mungkin saya butuhkan,” ia menegaskan.

Artikel Tag: Francesco Bagnaia, Ducati, MotoGP 2022

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru