Kanal

Bos Ferrari Akui Timnya Butuh Kursi untuk Para Pebalap Muda

Penulis: Abdi Ardiansyah
21 Sep 2021, 19:40 WIB

Mattia Binotto

Berita F1: Bos Ferrari, Mattia Binotto, mengakui bahwa timnya kini kesulitan untuk mencarikan kursi di ajang F1 bagi para anggota akademi mereka karena keterbatasan slot.

Ferrari telah menyalurkan pebalap muda mereka, Mick Schumacher untuk membela tim Haas F1. Sementara itu terdapat satu slot kosong di Alfa Romeo untuk musim 2022. Pabrikan asal Italia itu telah menggunakan posisi tersebut untuk ditempati Charles Leclerc pada 2018 lalu dan Antonio Giovinazzi sejak tahun 2019.

Prinsipal Alfa Romeo, Frederic Vasseur, pun tidak menampik kemungkinan untuk mempertahankan Giovinazzi, namun dirinya juga mengaku tengah mempertimbangkan opsi lain. Jika pebalap asal Italia itu ternyata tidak dipilih, maka ia bakal absen dari F1 musim depan.

Di sisi lain, Red Bull Racing telah menempatkan pebalap cadangan mereka, Alex Albon di Williams Racing. Esteban Ocon yang mendapatkan dukungan dari Mercedes sudah mengamankan kursinya di Alpine F1. Sedangkan Ferrari saat ini justru kesulitan untuk menentukan jenjang karier para pebalap mudanya.

Callum Ilott, yang berperan sebagai pebalap cadangan Alfa Romeo untuk musim 2021 bersama Robert Kubica, memilih jalur alternatif dengan turun di ajang IndyCar.

Tetapi, untuk saat ini di Formula 2 (F2), Robert Shwartzman, yang berada di peringkat ketiga klasemen pebalap, serta Marcus Armstrong yang bertengger di P14, tampaknya kurang beruntung.

Meski begitu, sisi positifnya adalah pada tahun depan semua tim F1 diwajibkan memberikan kesempatan kepada pebalap muda mereka untuk menjalani sesi latihan bebas pertama.

“Sangat menyedihkan bahwa hanya ada sedikit peluang untuk mendapatkan kursi F1. Dan tidak banyak alternatif,” kata Bos Ferrari, Mattia Binotto, dikutip dari Motorsport.com.

“Jika seorang pebalap benar-benar kuat, dia mungkin bisa menemukan kesempatan, tetapi kami pun harus membantunya. Di Ferrari, tentu, kami mencoba mendukung pebalap muda,” imbuhnya.

“Kami punya akademi pebalap sendiri, kami memberi mereka kesempatan sebanyak yang kami bisa untuk mengemudikan mobil F1. Itulah mengapa penting untuk mencoba menciptakan peluang,” ia menjelaskan.

“Karenanya pula percakapan dengan F1 dan FIA menjadi penting. Ada diskusi antara tim dengan mereka soal sesi ekstra, pengujian dan kesempatan bagi pilot muda berpartisipasi dalam akhir pekan balapan,” tutur Binotto.

Menurutnya isu tersebut sangatlah penting untuk didiskusikan. Sebagai hasilnya, mereka perlu mendukung dan memastikan para talenta mudanya untuk mendapatkan kesempatan menggeber mobil F1.

Untuk masa depan Shwartzman, Binotto mengatakan bahwa pihaknya pertama-tama perlu menunggu dan fokus pada hasil kejuaraan ajang F2. Saat ini pebalap asal Rusia itu terpaut 36 poin dari Oscar Piastri, sang pemuncak klasemen pebalap.

“Ini bukan musim yang mudah baginya, namun dia sangat fokus dan berusaha menyelesaikan musim dengan baik. Kami tak mau dia terganggu dan akan mendorongnya untuk memberikan yang terbaik hingga akhir,” tukasnya.

Artikel Tag: Ferrari, F1 2021

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru