Kanal

Bagi Petra Kvitova, Rasa Tegang Akan Muncul Usai Jeda Panjang

Penulis: Dian Megane
24 Jan 2021, 20:46 WIB

Petra Kvitova ketika tampil di French Open 2020

Berita Tenis: Mantan petenis peringkat 2 dunia, Petra Kvitova telah memenangkan banyak hati penggemar dengan performa apik selama bermusim-musim.

Petenis berkebangsaan Ceko pertama kali menarik perhatian dunia tenis ketika ia mengalahkan Dinara Safina di US Open musim 2009. Pada musim 2011, ia berhasil memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Wimbledon usai menundukkan Maria Sharapova di final. Setelah itu, ia kembali menjadi juara di Wimbledon pada musim 2014 dengan mengandaskan Eugenie Bouchard di partai puncak.

Kini, petenis peringkat 9 dunia berada di Australia. Ia mempersiapkan diri untuk melakoni Grand Slam pertama pada musim 2021. Para petenis harus menjalani isolasi dan mengikuti semua protokol yang ditetapkan pihak pemerintah setempat. Selama menjalani isolasi, para petenis diberikan waktu yang sangat terbatas untuk bisa berlatih di luar kamar hotel, kecuali para petenis yang harus menjalani isolasi ketat tanpa diizinkan untuk berlatih di luar kamar hotel.

Baru-baru ini, runner up Australian Open musim 2019 menyuarakan opininya tentang beberapa hari terakhir.

“Saya tidak tahu. Saya menyelesaikan musim lalu saya di Paris, lalu saya belum melakoni pertandingan lagi sampai saat ini. Jadi, banyak waktu yang saya lalui hanya untuk berlatih. Saya banyak berlatih, saya berada di Dubai selama 12 hari untuk melakukan persiapan kebugaran. Saya tahu rasa tegang akan muncul juga. Tetapi saya menantikan untuk kembali beraksi,” jelas Kvitova.

Petenis berusia 30 tahun tampak bersemangat untuk segera kembali berkompetisi. Ia telah berlatih keras demi bisa berkompetisi di panggung terbesar. Ia mengetahui dengan pasti hal yang ia butuhkan untuk mendapatkan kesuksesan di turnamen besar. Ia siap untuk menghadapi tantangan yang akan mendatanginya.

Pada musim 2020, petenis berkebangsaan Ceko berhasil melenggang ke semifinal French Open sebelum kalah dari juara Australian Open musim 2020, Sofia Kenin. Pencapaian tersebut menyamai pencapaian terbaik petenis berkebangsaan Ceko di French Open ketika ia melakukannya pada musim 2012. Setelah itu, ia mengakhiri musim 2020 tanpa memenangkan satu gelar pun.

Pencapaian terbaik Kvitova pada musim 2020 adalah ketika ia melaju ke final di Doha sebelum kalah dari Aryna Sabalenka. Sementara di Australian Open, ia berhasil lolos ke perempatfinal, tetapi harus mengakui keunggulan petenis favorit tuan rumah, Ashleigh Barty. Musim ini, ia tentu berharap bisa melampaui pencapaian tersebut.

Artikel Tag: Tenis, australian open, French Open, wimbledon, Petra Kvitova

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru