Kevin Schwantz Sebut Marquez Harus Didiskualifikasi Jika Tetap Agresif

Penulis:
Selasa , 06:00 WIB
Kevin Schwantz Sebut Marquez Harus Didiskualifikasi Jika Tetap Agresif

Kevin Schwantz (LAT Images)

Berita MotoGP: Insiden kontroversial Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Argentina banyak menuai kritik pedas untuk pebalap Spanyol itu. Kini giliran legenda Grand Prix, Kevin Schwantz, yang memberikan kritikinya pada sang juara bertahan tersebut.

Marquez mendapat banyak kritikan keras akibat agresivitasnya saat berlaga di Termas di Rio Hondo. Sejak awal pebalap Spanyol ini sudah membuat masalah ketika motornya mati saat akan start. Lalu ia sempat menabrak Aleix Espargaro namun beruntung tidak ada  yang terjatuh dalam kejadian tersebut.

Puncaknya adalah insiden dengan Rossi, saat itu Marquez yang berniat menyalip melakukan manuver yang sangat berbahaya hingga menabrak kaki Rossi. Kemudian The Doctor pun akhirnya melebar hingga keluar lintasan dan jatuh karena kehilangan kendali. Atas insiden ini Marquez dikenakan penalti dua kali.

Hal ini mengundang komentar dari beberapa pebalap legenda, salah satunya adalah Kevin Schwantz. Menurutnya, gaya balap Marquez harusnya peringatan untuk sisa musim, dengan diskualifikasi jika pebalap Repsol Honda itu kembali membahayakan para rivalnya.

“Dia telah dihukum atas apa yang dia lakukan. Tapi saya kira, dia seharusnya dalam masa percobaan sampai akhir musim,” tutur Schwantz dilansir dari Motorsport.com.

“Dia perlu diberi tahu, bahwa jika dengan alasan apa pun, jika dia melakukan kontak terhadap orang lain dengan caranya sendiri, maka dia akan dihukum [lagi].”

Juara dunia GP500cc 1993 ini menambahkan, meski Marquez faktanya memiliki kecepatan yang lebih kencang dibanding rivalnya, namun ia tidak perlu hingga menabrakan motornya ke pebalap lain karena hal itu sangat berbahaya bagi keduanya.

Schwantz menilai bahwa seharusnya pebalap Spanyol tersebut sudah didiskualifikasi dari balapan saat mengabaikan instruksi untuk start dari pit lane karena motornya mogok.

“Jika dia tidak melakukan apa yang dikatakan Tony [Congram] dari IRTA kepadanya, dia seharusnya didiskualifikasi dari balapan sejak beberapa lap pertama,” ujarnya.

“Seharusnya begitu, '(Motor) Anda mogok, saya mengatakan kepada Anda untuk memulai dari pit lane. Tetapi Anda tidak melakukan apa yang diperintahkan, maka Anda keluar.' Dan itu pasti akan menghentikan semua kebodohan yang dia lakukan.” pungkas Schwantz.

Artikel Tag: motogp argentina, motogp 2018, sirkuit termas de rio hondo, valentino rossi, marc marquez, kevin schwantz

4864