Dua Atlet India Diusir dari Pekan Olahraga Persemakmuran

Penulis:
Jum'at , 22:00 WIB
Dua Atlet India Diusir dari Pekan Olahraga Persemakmuran

Rakesh Babu/Sky Sports

Berita Atletik: Dua atlet India tak boleh lagi meneruskan kiprahnya di Pekan Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games). Mereka juga harus meninggalkan Australia dengan penerbangan pertama setelah ditemukan jarum suntik di kamar mereka pada Jumat (12/4).

Presiden Federasi Pekan Olahraga Persemakmuran, Louise Martin, menyatakan atlet lompat jangkit Rakesh Babu dan pejalan cepat Irfan Kolothum Thodi dikeluarkan dari event ini dan diusir pulang ke negara mereka secepatnya.

Ini untuk kedua kalinya kontingen India diselidiki dalam event olahraga yang digelar di Gold Coast karena diduga mengonsumsi doping di Pekan Olahraga Persemakmuran kali ini. Pekan lalu, seorang dokter tim tinju India juga mendapat teguran. Panitia memang menerapkan kebijakan “tanpa jarum suntik” dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Persemakmuran edisi ke-21 ini.

Irfan Kolothum Thodi (Foto: Sky Sports)

Pihak Otoritas Antidoping Australia (ASADA) menegaskan pihaknya sudah meminta keterangan kedua atlet itu. Keduanya membantah tuduhan itu namun ASADA meragukan jawaban mereka.

"Kesaksian atlet Rakesh Babu dan Irfan Kolothum Thodi, yang menyangkal semua pengetahuan, keduanya tidak bisa diandalkan dan menghindar," kata pernyataan ASADA. "Rakesh Babu dan Irfan Kolothum Thodi melanggar Kebijakan tak boleh ada jarum suntik."

Babu sebenarnya lolos ke final nomor lompat jangkit dan seharusnya bertanding Sabtu. Sementara Thodi memasuki finis di urutan ke-13 dalam jalan cepat putra 20 km, Minggu lalu.

Martin menyebutkan petugas kebersihan menemukan sebuah jarum suntik dalam sebuah cangkir di apartemen yang ditempati Babu dan Thodi, Kamis lalu. Penyelidik ASADA kemudian memeriksa ruangan itu dan kembali menemukan jarum suntik dalam sebuah tas milik Babu.

Rakesh Babu (Foto: Hindustan Times)

Tindakan pun segera diambil. Keduanya dipindahkan dari perkampungan atlet dan akreditasi kedua atlet ini pun dicabut.

“Ketika Federasi Olahraga Persemakmuran menyatakan tak ada toleransi maka ini berarti tak ada toleransi,” papar Martin.

Berdasarkan peraturan di kejuaraan ini, hanya praktisi medis dan atlet tertentu yang sudah mendapat izin yang boleh membawa jarum suntik ke perkampungan atlet misalnya atlet yang mengidap diabetes.

Artikel Tag: pekan olahraga persemakmuran, doping, jarum suntik, rakesh babu, irfan kolothum thodi, berita atletik

224