Perdebatan Terkait Koreografi Dukungan Terhadap Rohingya Yang Dilakukan Pendukung Persib

Penulis:
Rabu , 11:30 WIB
Perdebatan Terkait Koreografi Dukungan Terhadap Rohingya Yang Dilakukan Pendukung Persib

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria/foto internet

Berita Liga 1 Indonesia: Aksi koreografi yang dilakukan para pendukung Persib Bandung untuk memberikan dukungan terhadap para pengungsi Rohingya dapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria. Pada kesempatan itu Tisha meminta kepada seluruh pecinta sepak bola tanah air untuk menjaga marwah sepak bola Indonesia.

Sebelumnya sempat beredar berita di media sosial yang menyatakan PSSI mengancam akan memberikan sanksi denda 30 juta kepada Persib Bandung karena ulah suporter-nya tersebut.

Hal itu kemudian yang dibantah Ratu Tisha, bagaimanapun tindakan para pendukung Maung Bandung tersebut belum dibahas oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sehingga belum ada keputusan.

“Ini berita hoax karena masalah ini belum dibahas oleh Komite Disiplin. Jadi ini wilayahnya Komite Disiplin. Mereka nanti yang akan menilai, termasuk sanksi yang akan diputuskan. PSSI tidak mungkin langsung mengancam sanksi denda. Jadi, kita tunggu saja apa yang akan diputuskan Komite Disiplin,” jelas Tisha seperti dilansir situs resmi PSSI.

Meski belum ada putusan pasti, Tisha menghimbau semua elemen di sepak bola Indonesia untuk bersama-sama menjaga marwah sepak bola itu sendiri. Nilai-nilai dan pesan sportivitas dalam olahraga adalah roh yang harus digelorakan.

Dia meminta agar sepak bola tidak dicampuri dengan masalah lain di luar nilai-nilai olahraga.

"Karena itu saya juga mengimbau kepada para supporter untuk tidak membawa atribut atau pesan-pesan yang tidak ada kaitannya dengan sepak bola atau olahraga saat menyaksikan pertandingan di stadion. Mari kita jaga bersama marwah sepak bola kita," ujar Tisha.

Dia mengaku prihatin dengan masih banyaknya atribut atau pesan di luar sepak bola dan olahraga yang dibawa atau disampaikan para supporter di stadion. Terkait dengan hal ini, Tisha juga mengimbau kepada pihak klub untuk membantu mengedukasi para pendukungnya.

“Semua sudah diatur dalam kode disiplin. Penyampaian pesan atau atribut di luar sepak bola juga akan ada sanksinya,” ujarnya.

“Untuk menjaga marwah sepak bola memang bukan pekerjaan yang ringan. PSSI yang sudah diberi mandat oleh masyarakat pun tidak bisa jalan sendirian. Harus ada dukungan dan kesadaran semua pihak. Sepak bola Indonesia bukan hanya milik PSSI. Sepak bola Indonesia milik masyarakat Indonesia. Karena itu harus kita jaga bersama-sama,” pungkasnya.

Artikel Tag: liga 1, persib bandung, pssi, ratu tisha destria

828