Berita Basket: Warriors Berpotensi Menang Seandainya Dua Pelanggaran Cavs Ini Disemprit Wasit

Penulis:
Selasa , 20:32 WIB
Berita Basket: Warriors Berpotensi Menang Seandainya Dua Pelanggaran Cavs Ini Disemprit Wasit

LeBron James menggelantung di ring setelah mengedunk melewati Draymond Greenseharusnya

Ligaolahraga - Berita Basket: Sekitar 24 jam setelah kemenangan menegangkan Cleveland Cavaliers atas Golden State Warriors 109-108 dalam duel klasik Hari Natal, pihak NBA mengumumkan hal mengejutkan. Dalam uraian laporan Last Two Minutes mereka, Warriors berpotensi menang di dua menit akhir.

Dalam ulasan pasca pertandingan NBA itu, Cavaliers disebutkan mendapatkan keuntungan karena dua pelanggaran pemainnya, Richard Jeffreson dan LeBron James, di dua menit terakhir, tidak disemprit oleh wasit-wasit yang bertugas malam itu.

Jeffreson disebut melanggar forward Warriors Kevin Durant karena melakukan “kontak kaki ke kaki” alias menginjak kaki lawan, sehingga mempengaruhi “kecepatan, keseimbangan dan ritme” Durant dengan sisa 3,1 detik manakala Warriors tertinggal satu poin.

Dari siaran langsung, tampak jelas Durant seperti tergopoh-gopoh saat menerima umpan ke dalam dan coba mendribel bola. Akibatnya, dia tersuruk ke lantai dan melemparkan bola ke arah ring tapi meleset jauh. Tak jelas apakah dia tersandung sendiri atau diakibatkan sesuatu. Durant mengklaim yang terakhir.

“Saya coba melakukan gerakan dan saya terjatuh,” katanya kepada reporter. “Dan saya tidak jatuh dengan sendirinya.” Jefferson membantah telah mengakibatkan Durant tersandung. “Kami semua merasa kami dilanggar dalam setiap momen di setiap pertandingan,” kata pemain veteran berusia 36 tahun itu.

https://pbs.twimg.com/media/C0o1OKxVEAEBCox.jpg:large

Jefferson mengacungkan jari, sementara Durant terjatuh di lantai sambil melemparkan bola di saat akhir

Selain itu, satu lagi pelanggaran teknis seharusnya juga diberikan kepada LeBron dengan sisa 1 menit 43 detik. Menurut laporan NBA, James melakukan dunk dan sengaja bergelantungan di ring setelah bolanya masuk. Dunk itu membuat Cavs unggul 105-103, keunggulan pertama mereka sejak kuarter pertama.

LeBron mengatakan dirinya sangat termotivasi ketika melakukan dunk melewati Draymond Green. Pasalnya pemain Warriors itu melanggar dan membuat dirinya tersungkur ke lapangan pada Game 7 Final NBA Juni silam. Itu seperti aksi ‘balas dendam’ LeBron atas perbuatan Green saat itu.

Tentu ini hasil akhir yang pahit bagi Durant yang sebelumnya mengobrak-abrik pertahanan Cavaliers. Dia mencetak angka tertinggi dalam pertandingan itu, 36 poin, hasil 11 dari 23 tembakan. Namun dia gagal memberi kontribusi penting di kuarter keempat, tujuh dari sembilan tembakan lapangannya meleset.

Akibatnya, Golden State pun kehilangan keunggulan 14 poin dalam waktu 9,5 menit dan ditekuk keempat kalinya secara beruntun oleh sang juara bertahan. Namun Durant yakin sebenarnya bisa balik membuat timnya menang jika saja tidak tersandung oleh kaki Jefferson.

“Saya pasti bisa melakukan tembakan itu jika Jeffreson tidak membuat saya tersandung,” kata Durant. “Tapi mereka (wasit) tidak akan menyempritnya di kandangnya sendiri. Ini bukan kesalahan Jefferson. Itu juga bukan kesalahan wasit.” Toh, NBA menilai para wasit ‘salah’ dalam dua momen krusial itu.

https://d13csqd2kn0ewr.cloudfront.net/uploads/image/file/220472/w768xh576_2016-12-25T203421Z_409209664_NOCID_RTRMADP_3_NBA-GOLDEN-STATE-WARRIORS-AT-CLEVELAND-CAVALIERS.jpg?ts=1482781828

Awalnya Durant mengobrak-abrik pertahanan Cavs, tapi melempem di kuarter terakhir

Toh Warriors hanya bisa menyalahkan diri mereka sendiri karena menyia-nyiakan keunggulan 14 poin dengan membuat begitu banyak kesalahan. “Cara kami kalah dalam pertandingan itu, kami seperti memberikan ‘hadiah’ kepada mereka,” ujar shooting guard Warriors, Klay Thompson. “Kami seperti menembaki kaki kami sendiri.”

Dalam 9,5 menit terakhir pertandingan itu, Cavs mengungguli Warriors 29-14, mencetak 10 angka dari enam turnover dan melesakkan 12 dari 20 tembakan, kemudian dipuncaki dengan tembakan kemenangan Kyrie Irving dengan sisa 3,4 detik.

Di sisi lain, Warriors hanya mampu memasukkan lima dari 13 tembakan di 9,5 menit tersebut, dengan Durant gagal melesakkan kelima tembakannya. Sebagai tim, Golden State hanya mampu menceploskan satu dari enam tembakan tiga angka, plus melakukan sejumlah kesalahan krusial.

Umpan ceroboh Draymond Green berakibat bola dicuri Irving yang kemudian me-layup bola dan membuat skor imbang 103 dengan sisa 2:18. Saat unggul 108-105, Warriors berpeluang memperlebar keunggulan saat Andre Iguodala mencuri bola liar dan mengumpannya kepada Durant yang siap berlari menge-dunk di separuh lapangan lawan yang kosong.

Sayang, umpan Iguodala tersebut kurang akurat, sehingga bolanya kembali dicuri oleh Irving yang me-layup bola dan membuat skor hanya berselisih satu poin. Lalu pelanggaran 24-detik shot-clock membatalkan tembakan tiga angka Thompson di sudut lapangan dengan sisa 13 detik. Setelah itu, Irving menentukan kemenangan Cavs dengan tembakan membalikkan badan, meski sebenarnya berbau pelanggaran travelling.

Artikel Tag: nba musim reguler, nba 2016-17, basket