Ragam Basket: Hampir Berusia 40 Tahun, Vince Carter Masih Belum Mau 'Mendarat'

Penulis:
Jum'at , 17:48 WIB
Ragam Basket: Hampir Berusia 40 Tahun, Vince Carter Masih Belum Mau 'Mendarat'

'Vinsanity' kadang-kadang masih beraksi spektakuler di usia yang tidak lagi muda

Ligaolahraga - Ragam Basket: Vince Carter bukan lagi tukang dunk no. 1 di NBA, tapi dia pastinya belum siap untuk 'mendarat' untuk menggantung sepatunya. Hampir berusia 40 tahun dan tidak lagi bisa mengandalkan keatletisannya, kini Carter lebih banyak bermain secara pintar.

Seperti halnya semua pebasket yang masih bermain di usia menginjak paruh baya, faktor ‘otak’ lebih penting daripada faktor ‘fisik’. “Itulah rahasianya saya masih dapat bertahan selama ini,” ujar shooting guard Memphis Grizzlies itu. ”Saya mempelajari semua seluk-beluk permainan ini.”

Sama seperti yang dilakukan Manu Ginobili di San Antonio Spurs, Jason Terry di Milwaukee Bucks, Paul Pierce di Los Angeles Clippers, dan Dirk Nowitzki di Dallas, yang seperti Carter menjadi pemain-pemain tertua di NBA musim ini.

http://www.citysportsreport.com/wp-content/uploads/2015/01/Vince-Carter-Memphis-Grizzlies.jpg

Carter merupakan salah satu pemain tertua yang masih bermain di NBA saat ini

“Basket merupakan permainan yang banyak orang tidak pahami. Ketika Anda tak punya kemampuan atletis, Anda masih memiliki otak Anda. Saya belajar itu dari Jason Kidd,” kata Terry, yang pernah setim dengan Kidd di Dallas saat Mavericks menjadi juara NBA pada 2011.

Kala itu Kidd sudah melewati masa-masa jayanya sebagai pemain dinamis yang mampu membuat triple-double setiap malamnya dan berubah jadi penembak ulung. Dia pun pensiun di usia 40 tahun sebagai pengumpul tembakan 3-poin ketiga terbanyak dalam sejarah NBA.

“Semakin tua umur saya, batas kecepatan pun mulai memberikan dampak. Dari kecepatan 55 mil, saya hanya bisa sampai 45 mil,” ujar Kidd. “Tapi saat segalanya menjadi sedikit lebih lambat, Anda bisa melihat situasi pertandingan lebih baik. Bagi saya, situasinya menjadi lebih jelas.”

Seiring pertambahan usia, kata Kidd, itulah waktu yang tepat bagi seorang pemain untuk memperbaiki permainannya. “Anda bisa selalu belajar, Anda bisa selalu melakukan hal berbeda,” katanya. “Bagi saya, hal berbeda itu adalah menembak bola. Jika saya ingin terus bermain, saya harus bisa menembak dari jauh.”

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/e4/4c/ce/e44cceab5ab379f62170825be0bcb371.jpg

Carter muda memukau fans NBA dengan aksi dunk seperti ini

Michael Jordan dan Kobe Bryant melewati transisi serupa, bermain lebih pintar daripada lawan mereka ketika sudah kalah secara fisik. Kini, Carter – yang akan berusia 40 tahun pada 26 januari dan berada di peringkat ke-25 dalam jumlah poin dan pertandingan, melakukan hal yang sama di Memphis.

Seperti halnya Jordan, Carter yang musim ini melampaui Jordan sebagai pemain tertua yang mengemas 20 poin dari bangku cadangan, juga pernah bermain di Universitas North Carolina untuk pelatih Dean Smith. Di sanalah dia dipersiapkan untuk bisa tetap bermain 20 tahun ke depan.

“Jadi dia (Smith) mengajarkan kami bagaimana mempelajari permainan ini, bagaimana memanfaatkan kemampuan Anda dan mendominasi dengan kemampuan terbaik Anda,” kata Carter. Bila dulu kerap mengindahkannya, mantra “bermain dengan cara benar” di Chapel Hill kini diterapkannya.

http://www.desktopimages.org/pictures/2012/0223/1/orig_511779.jpg

Melompati kepala orang? Carter bisa melakukannya

Carter memang tak bisa lagi melompati kepala pemain seperti yang dilakukannya terhadap Frederic Weis di Olimpiade 2000, namun dia mendapatkan kepercayaan dari pelatih tahun pertama David Fizadel, yang menugaskannya menjaga pemain berusia 21 tahun Andrew Wiggins di partai pembuka.

 “Vince Carter, dia seorang veteran, seorang profesional, menjaga kebugarannya,” kata Fizadel. “Saya selalu mengingatkan orang-orang bahwa dia atlet terbaik di NBA, jadi penurunan keatletisannya tidaklah sama dengan rata-rata penurunan atlet lainnya.”

Carter mampu memperpanjang kariernya dengan menjadi pemain pengganti dalam lima musim terakhir, dan menahan keinginan untuk melakukan aksi-aksi spektakuler yang membuatnya empat kali meraih suara terbanyak dalam pemilihan pemain All-Star.

Dia masih bisa mengejutkan orang-orang – dan terkadang mengejutkan dirinya sendiri – dengan menunjukkan sejumlah aksi ‘Vinsanity’ tempo doeloe. Namun dia lebih sering menahan diri untuk menjaga badannya tetap sehat sepanjang musim. Jadi, berapa lama lagi dia akan bertahan? “Saya tak tahu. Saya masih terbang. Belum saatnya,” ujarnya.

Artikel Tag: vince carter, michael jordan, kobe bryant, jason terry, north carolina, dean smith, jason kidd, nba