Berita Tenis: Rivalitas Terbaik 2016: Andy Murray vs Novak Djokovic

Penulis:
Kamis , 19:24 WIB
Berita Tenis: Rivalitas Terbaik 2016: Andy Murray vs Novak Djokovic

Persaingan Andy Murray dan Novak Djokovic telah berlangsung hampir 10 tahun dan masih bisa berlanjut

Ligaolahraga - Berita Tenis: 10 tahun telah berlalu sejak Andy Murray dan Novak Djokovic melangkahkan kaki di lapangan indoor Madri. Mereka tidak mengira laga tersebut akan membawa mereka pada persaingan sengit yang melibatkan 35 pertemuan dan sering kali berlangsung menegangkan.

Teman baik di luar lapangan sekaligus musuh bebuyutan di lapangan, Murray dan Djokovic telah melewati pertandingan-pertandingan yang akan diingat. Mereka telah bertemu di keempat Grand Slam, kesembilan turnamen ATP Masters 1000, dan dua kali di ATP Finals.

Dikenal dengan pukulan backhand terbaik dan kelincahan yang sangat cepat, di lapangan mereka seperti bercermin satu sama lain, dengan dinding pertahanan yang begitu kuat dan bisa berubah menjadi serangan dalam hitungan detik, sehingga membuat lawan hanya bisa menggaruk-garuk kepala, tidak percaya.

Murray dan Djokovic telah meningkatkan permainan mereka ke level baru dan tidak ada yang bisa lebih membuktikannya selain di tahun 2016, ketika pertarungan untuk memperebutkan peringkat 1 dunia ditentukan di pertandingan terakhir musim ini, yakni di final ATP Finals.

Secara dramatis, Murray mengalahkan Djokovic dengan dua set langsung di final tersebut dan itu mengubah keberuntungan petenis peringkat 1 yang baru melawan musuh bebuyutannya. Di pertemuan pertama dari empat pertemuan mereka tahun ini, Djokovic begitu tangguh setelah di awal musim ia menang atas Murray dengan dua set langsung di final Australian Open – kemenangan kelimanya atas Murray di Melbourne Park. Setelah itu, ia masih unggul atas Murray di final Madrid Open setelah menang dengan 6-2, 3-6, 6-3.

“Saya sangat senang bahwa saya telah mengembangkan rivalitas luar biasa dengan seseorang yang saya kenal untuk waktu yang cukup lama dan seseorang yang berteman baik dengan saya baik di luar maupun di lapangan,” ungkap Djokovic usai memenangkan gelar ATP Masters 1000 ke-29 di Madrid.

Akan tetapi, di final Roma Murray berhasil menghentikan langkahnya. Murray berhasil merebut kemenangan pertama atas Djokovic tahun ini dengan 6-3, 6-3. “Tiap kali saya melawannya, saya tahu bahwa saya harus bermain dengan sangat baik untuk bisa menang. Terkadang, anda telah bermain dengan kemampuan terbaik anda dan anda tidak menang, karena ia merupakan salah satu petenis hebat,” tutur Murray usai mengangkat trofi Roma.

Pertemuan ketiga mereka kembali terjadi kurang dari sebulan dan berlangsung di final French Open. Murray berhasil merebut set pembuka, tetapi Djokovic tidak membiarkannya dan kembali memenangkannya setelah pertandingan berlangsung dengan empat set. Final tersebut merupakan final ketujuh mereka di Grand Slam.

Setelah itu, mereka tidak bertemu lagi sampai di turnamen akhir tahun, ATP Finals di London. Selisih 9025 poin antara Murray dan Djokovic menjadi hanya selisih 1000 poin saja. Untuk itu, Murray berjuang keras dengan memenangkan 24 pertandingan secara beruntun dan merebut lima gelar berturut-turut.

Di turnamen akhir tahun, Murray sangat bekerja keras dan harus melewati 9 jam 56 menit untuk lolos ke final, termasuk dua pertandingan tiga set terlama dalam sejarah ATP Finals (sejak 1991), sedangkan Djokovic hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam untuk lolos ke final. Akan tetapi, Murray tidak menunjukkan rasa lelah. Murray kembali memperlihatkan ketangguhannya dan memenangkan final tersebut dalam waktu 1 jam 42 menit. Kemenangan itu membuatnya menjadi petenis Inggris pertama yang mengakhiri musim ini sebagai petenis peringkat 1 dunia.

Setelah pertarungan memperebutkan peringkat 1 mencapai klimaksnya di final turnamen akhir tahun, kedua petenis tersebut akan tetap bertarung untuk memperebutkan posisi puncak ketika 2017 tiba.

Artikel Tag: tenis, andy murray, novak djokovic, australian open, french open, atp finals, madrid open