Ragam Sepak Bola: Munich 1958 dan Kecelakaan Pesawat Lainnya Dalam Sejarah Sepak Bola

Penulis:
Rabu , 14:10 WIB
Ragam Sepak Bola: Munich 1958 dan Kecelakaan Pesawat Lainnya Dalam Sejarah Sepak Bola

Penampakan pesawat yang menewaskan 9 pemain MU di Munich pada 1958

Ligaolahraga - Ragam Sepak Bola: Tragedi jatuhnya pesawat di Kolombia yang menewaskan hampir semua pemain klub sepak bola Brasil Chapecoense pada Senin (28/11) malam, bukanlah satu-satunya kecelakaan pesawat yang memakan korban pesepak bola.

Pada 6 Febuari 1958, pesawat British European Airways dengan nomor penerbangan 609 jatuh setelah mencoba tinggal landas untuk ketiga kalinya dari landasan pacu yang dipenuhi lumpur salju di Bandara Munich-Riem, Jerman Barat.

Yang berada di pesawat nahas tersebut adalah skuad Manchester United, yang dijuluki 'Busby Babes' karena bermaterikan pemain-pemain muda nan menjanjikan, bersama dengan para suporter dan jurnalis. Kapten Sir Bobby Charlton dan pelatih Matt Busby selamat dari kecelakaan tersebut.

Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor, Liam 'Billy' Whelan, semuanya tewas. Duncan Edwards selamat dari kecelakaan itu, namun menghembuskan napas terakhir di rumah sakit 15 hari kemudian.

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/originals/ab/c3/71/abc3710f31e73ba4c28bc997637bb0f1.jpg

Sir Bobby Charlton menjadi satu dari delapan pemain MU yang selamat di Munich

Dari 17 pemain ‘Busby Babes’ dalam pesawat tersebut, hanya delapan yang akhirnya selamat (termasuk Charlton), namun dua di antaranya tak pernah bermain sepak bola lagi.

Skuad MU sedang dalam perjalanan pulang dari melakoni partai Liga Champions di Belgrade, Yugoslavia (kini Serbia) dan berhenti di Jerman untuk mengisi bahan bakar.

Secara keseluruhan, dari 44 penumpang, 20 orang tewas seketika di lokasi pesawat. Orang-orang yang terluka, kebanyakan tak sadarkan diri, dibawa ke RS Rechts der Isar di Munich. Di sana tiga orang lagi meninggal dunia, sehingga total korban jiwanya adalah 23 orang, dengan 21 lainnya selamat.

Pilot pesawat James Thain dipersalahkan atas kecelakaan itu, namun ternyata belakangan diketahui bahwa lumpur salju pada landasan pacu menjadi penyebabnya.

Berikut ini adalah kecelakaan pesawat lainnya yang memakan korban tim sepak bola:

1949: Pesawat yang membawa klub Italia Torino dari pertandingan versus Benfica di Lisbon, jatuh di dekat bukit Superga saat terbang mendekati kota Turin. Semua 31 penumpang tewas, termasuk 18 pemain ‘Grande Torino’, menghancurkan tim terhebat dalam sejarah klub tersebut. Tak lama setelah itu, Torino menjuarai kompetisi Serie A untuk kelima kalinya, walaupun sejak itu mereka hanya sekali menjadi kampiun (musim 1975-76).

http://images2.corriereobjects.it/methode_image/2016/05/04/Sport/Foto%20Gallery/LAP8.jpg

Tragedi di Superga pada 1949 yang menewaskan ‘Grande Torino’, tim terhebat dalam sejarah klub Torino

1960: Delapan pemain Denmark, yang sedang dalam perjalanan untuk mengikuti seleksi timnas Denmark untuk Olimpiade Roma, tewas ketika pesawat mereka jatuh ke Selat Oresund setelah tinggal landas dari Kopenhagen. Denmark kemudian sukses menggondol medali perak.

1969: Para pemain klub The Strongest asal Bolivia berada di antara 78 orang yang tewas dalam pesawat yang membawa mereka dari kota Santa Cruz dan jatuh di Viloco, dekat La Paz.

1979: Tujuh belas pemain dan staf pelatih dari Pakhtakor Tashkent berada di antara 178 orang yang tewas dalam pesawat yang bertabrakan di atas udara di wilayah yang kini dikenal sebagai Ukraina. Mereka sedang dalam perjalanan untuk melakoni partai liga Soviet di Dinamo Minsk. Pakhtakor menjadi satu-satunya tim yang mewakili Uzbekistan di divisi utama Soviet.

1987: Enam belas pemain dari pimpinan kalsemen Peru Alianza Lima, plus ofisial dan staf pelatih, termasuk dalam 43 orang tewas dalam pesawat yang membawa mereka dari partai perebutan juara di Pucallpa dan jatuh saat mendekati bandara Lima. Hanya kapten tim yang selamat.

1989: Empat belas pemain Belanda keturunan Suriname berada di antara 176 orang yang tewas ketika maskapai Surinam Airways dengan nomor penerbangan 764 yang terbang dari Amsterdam, jatuh saat mendekati Paramaribo. Para pemain bermain untuk berbagai tim profesional di Belanda dan membentuk tim bernama ‘The Colourful 11’ untuk melakoni partai-partai eksebisi dengan tim lokal di negara Amerika Selatan itu.

http://i2.cdn.cnn.com/cnnnext/dam/assets/120213051931-bwalya-gal2-horizontal-large-gallery.jpg

Kalusha Bwalya (tengah) mengunjungi pantai Libreville usai Zambia menjuarai Piala Afrika pada 2012

1993: Semua 30 penumpang yang menaiki pesawat AU Zambia yang disewa, termasuk 18 pemain dari tim nasional negara itu, tewas setelah pesawat jatuh ke laut di semenanjung Gabon. Pesawat itu baru saja tinggal landas setelah berhenti sejenak untuk pengisian bahan bakar. Timnas Zambia sendiri sedang dalam perjalanan ke Senegal untuk melakoni laga Pra Piala Dunia. Kalusha Bwalya, kapten tim dan kini menjabat sebagai presiden federasi sepak bola Zambia, tidak berada di psawat nahas itu karena berpergian secara terpisah ke Senegal dari Belanda (membela PSV Eindhoven). Pada 2012, Zambia menjuarai Piala Afrika untuk pertama kalinya, mengalahkan Pantai Gading lewat adu penalti di partai final yang dimainkan di Libreville, hanya beberapa kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat.

Artikel Tag: chapecoense, manchester united, torino, pesawat jatuh, kecelakaan pesawat, sepak bola