Berita Tenis: Rivalitas Terbaik 2016, Dominic Thiem vs Alexander Zverev

Penulis:
Rabu , 12:01 WIB
Berita Tenis: Rivalitas Terbaik 2016, Dominic Thiem vs Alexander Zverev

Dominic Thiem menang atas Alexander Zverev di final Nice

Ligaolahraga - Berita Tenis: Para bintang masa depan di turnamen ATP mulai membuat keberadaan mereka diakui dengan pernyataan yang signifikan di 2016. Para petenis yang berusia di antara 19 - 23 tahun terhitung telah mengantongi 11 gelar dan dua di antaranya tidak menghabiskan banyak waktu untuk memulai rivalitas di antara keduanya.

Persaingan panjang dunia olahraga Austria dan Jerman dipanaskan oleh Dominic Thiem dan Alexander Zverev setelah keduanya bertemu dalam empat kesempatan tahun ini. Setiap pertemuannya terbukti menjadi pertandingan yang sengit setelah tiga pertandingan di antaranya berakhir dengan tiga set dan satu pertandingan berakhir dengan empat set.

Dengan tiga pertemuan dalam waktu lima pekan selama turnamen clay-court di Eropa, Thiem yang berusia 23 tahun dan Zverev yang berusia 19 tahun mulai mengenal satu sama lain. Thiem berhasil memenangkan tiga dari empat pertemuan mereka, yakni di semifinal Munich, final Nice, dan babak ketiga French Open, tetapi semuanya tidak dimenangkan dengan mudah.

Di Munich, Thiem sempat tertinggal satu set dan mengamankan 8 dari 11 break point dengan hasil akhir 4-6, 6-2, 6-3 dan ia juga harus mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk memenangkan gelar di Nice. Final di Nice merupakan final pertama bagi Zverev, yang akhirnya masih harus mengakui keunggulan Thiem dengan 6-4, 3-6, 6-0.

“Bertanding melawan petenis seperti Dominic, yang merupakan salah satu petenis terbaik di clay-court, anda harus berada dalam kondisi terbaik anda untuk mengalahkannya, karena tidak akan ada banyak peluang,” ungkap Zverev.

Dengan Thiem mulai menembus peringkat 10 besar dan Zverev mulai menjajaki peringkat 20 besar, keduanya membawa momentum final di Nice ke turnamen French Open. Keduanya mencapai hasil terbaik dan pertemuan di babak ketiga membawa rivalitas mereka ke level yang lebih tinggi.

Lapangan Suzanne-Lenglen menyambut Thiem dan Zverev, mereka pun tidak mengecewakan para penonton. Seperti di Munich, Thiem dipaksa berjuang setelah tertinggal satu set, tetapi berhasil mengatasi perlawanan Zverev dengan hasil akhir 6-7, 6-3, 6-3, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung kurang lebih tiga jam.

“Saya tahu sebelum pertandingan dimulai bahwa itu akan menjadi pertandingan yang sangat menyulitkan karena melawan salah satu petenis handal seperti Sascha. Saya pikir perbedaan kecil dari pertandingan tersebut adalah mungkin perbedaan usia tiga tahun di antara kami,” komentar Thiem.

Keduanya harus menunggu lima bulan untuk bertemu kembali. Pertemuan keempat mereka berlangsung di Beijing. Baru saja mengantongi gelar pertamanya di St. Peterburg Open, dengan mengalahkan petenis handal seperti Tomas Berdych di semifinal dan Stan Wawrinka di final, Zverev mengalahkan Thiem di babak pertama dengan hasil 4-6, 6-1, 6-3.

Dengan keduanya terus melanjutkan kiprah mereka dan menanjaki peringkat di ATP, kesempatan untuk bertanding satu sama lain di masa yang akan datang pun akan semakin banyak.

Artikel Tag: tenis, french open, dominic thiem, alexander zverev, stan wawrinka, tomas berdych